kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Bursa Eropa melorot paling tajam sejak September


Sabtu, 19 Mei 2012 / 11:30 WIB
ILUSTRASI. Christie's bakal melelang sebotol Pétrus 2000 yang 14 bulan berada di luar angkasa


Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

LONDON. Bursa saham Eropa mencatatkan penurunan mingguan terbesar sejak September. Saham-saham rontok, lantaran kecemasan Yunani bakal keluar dari blok euro. Apalagi, mencuat kekhawatiran bank-bank di Spanyol akan membutuhkan bailout.

Eropa Stoxx 600 Index tumbang 5,2% ke posisi 238,88 pada pekan ini. Ini merupakan koreksi tertajamnya dalam delapan bulan terakhir. Bahkan, indeks acuan saham Eropa ini telah anjlok 12% dari level tertinggi tahun ini yang pernah tercapai 16 Maret lalu.

Sejumlah indeks bursa di 18 pasar Eropa Barat pun melorot. Pekan ini, indeks bursa Inggris, FTSE 100 sudah terpapas 5,5%. Kemudian, bursa Perancis, CAC 40 tergerus 3,9%. Indeks bursa Jerman, DAX tergelincir 4,7%, dan indeks ASE Yunani anjlok 10%.

Awan gelap menyelubungi pasar Eropa, setelah pemimpin Yunani gagal membentuk pemerintahan pasca pemilu. Kedua partai terbesar di negara tersebut berbeda pendapat soal langkah-langkah penghematan. Ketidakpastian politik itu dikhawatirkan bisa menyebabkan gagalnya bailout, dan terdepaknya Yunani dari blok euro.

Ben Hauzenberger, fund manager di Swisscanto Aset Manajemen AG menyebut, pasar menunjukkan sinyal risk off, dan tanda-tanda kelelahan menunggu kepastian soal apa yang akan terjadi di Yunani.

"Investor bertanya-tanya apa yang akan terjadi terhadap euro jika Yunani keluar, dan negara mana yang bakal mengikuti jejaknya," ujar Hauzenberger di Zurich.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×