kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

IPO Waskita Karya dipercepat di 2012


Senin, 21 Mei 2012 / 17:15 WIB
ILUSTRASI. Peer to Peer (P2P) Landing. KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Albertus M. Prestianta | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Rencana penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) PT Waskita Karya akan dipercepat. Direktur Utama Waskita Karya M. Choliq menyebut, Kementerian BUMN meminta pihaknya untuk mempercepat pelaksanaan IPO.

Sebelumnya, Waskita Karya merencanakan akan melakukan IPO pada kuartal pertama 2013.

Guna mempercepat persiapan IPO, Choliq bilang, pihaknya akan segera membentuk tim privatisasi. "Pekan ini kami targetkan sudah dibentuk SK (surat keputusan) siapa-siapa saja yang tergabung dalam tim tersebut," ujarnya, Senin (21/5).

Menurutnya, setelah tim privatisasi terbentuk, maka tahap selanjutnya akan dilakukan kick off meeting yang melibatkan kementerian BUMN, lembaga penunjang seperti underwriter, konsultan hukum dan calon emiten.

Cholig menyebut, jika semua berjalan lancar, rencana IPO bisa terealisasi di tahun ini. Rencananya untuk perusahaan akan menggunakan laporan keuangan bulan Juni untuk persiapan IPO.

Melalui IPO, perusahaan konstruksi ini mengincar dana sekitar Rp 1 triliun. Kata Choliq, dana yang diperoleh dari IPO akan digunakan untuk memperkuat ekuitas dan modal pengembangan usaha.

Menurut Choliq, pihaknya tidak khawatir dengan persaingan bisnis konstruksi. "Kami perusahaan konstruksi terbesar, dan akan terus bekerja keras untuk meningkatkan pendapatan melalui proyek-proyek baru," ujarnya.

Waskita menargetkan pendapatan sepanjang tahun 2012 bisa tumbuh 30% dibanding pendapatan tahun lalu yang mencapai Rp 7,2 triliun. Sementara untuk pos laba bersih diproyeksikan mencapai Rp 224,9 miliar atau tumbuh 30% daripada laba bersih 2011 yang senilai Rp 173 miliar.

Naiknya pendapatan seiring kenaikan target perolehan kontrak. Tahun ini, waskita menargetkan perolehan berkisar Rp 17 triliun hingga Rp 18 triliun. "Sampai saat ini, total kontrak yang kami miliki sekitar Rp 10 triliun," ujar Choliq.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×