kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   4.000   0,16%
  • USD/IDR 18.034   74,00   0,41%
  • IDX 5.185   -678,68   -11,57%
  • KOMPAS100 658   -103,29   -13,57%
  • LQ45 509   -81,53   -13,82%
  • ISSI 179   -22,02   -10,93%
  • IDX30 284   -45,14   -13,73%
  • IDXHIDIV20 366   -56,36   -13,33%
  • IDX80 75   -11,86   -13,59%
  • IDXV30 102   -13,53   -11,68%
  • IDXQ30 93   -14,99   -13,88%

IPAC Siapkan Go Private, Tawarkan Buyback Saham Publik Rp 250 per Saham


Jumat, 16 Oktober 2026 / 17:43 WIB
IPAC Siapkan Go Private, Tawarkan Buyback Saham Publik Rp 250 per Saham
ILUSTRASI. Pencatatan perdana saham PT Era Graharealty Tbk (Dok/IPAC)


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Era Graharealty Tbk (IPAC) berencana mengubah status perusahaan dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup atau go private, sekaligus menghapus pencatatan sahamnya dari Bursa Efek Indonesia (BEI) atau delisting.

Dalam keterbukaan informasi pada Jumat (16/10/2026), IPAC menyampaikan perubahan dan tambahan informasi kepada pemegang saham terkait rencana go private dan delisting tersebut. Rencana ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham independen melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada Selasa (20/10/2026).

Jika rencana tersebut disetujui, APAC Investment 2 Pte. Ltd. selaku pemegang saham utama dan pengendali IPAC akan melakukan penawaran tender sukarela untuk membeli saham milik pemegang saham publik.

Baca Juga: Laba Eastparc Hotel (EAST) Naik 8,63% Jadi Rp 22,79 Miliar hingga September 2026

Harga penawaran ditetapkan sebesar Rp 250 per saham. Penawaran tersebut mencakup sebanyak-banyaknya 89.305.900 saham atau setara dengan 9,402% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh oleh perusahaan.

Dalam keterbukaan informasi, IPAC menjelaskan bahwa harga penawaran tersebut mengacu pada ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai perubahan status perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup.

Harga Rp 250 per saham juga lebih tinggi dibandingkan harga rata-rata dari harga tertinggi perdagangan harian selama 90 hari sebelum pengumuman RUPS, yang tercatat sebesar Rp 172,05 per saham.

Manajemen IPAC menyebut rencana go private dan delisting dilatarbelakangi perubahan strategi bisnis. Perusahaan tidak lagi membutuhkan pendanaan melalui pasar modal dan tidak memiliki rencana untuk menghimpun dana melalui pasar modal pada masa mendatang.

Selain itu, perusahaan menilai perubahan status tersebut dapat meningkatkan efisiensi, termasuk dalam menekan biaya operasional, sehingga mampu memperkuat daya saing di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Alasan lainnya adalah kebutuhan fleksibilitas yang lebih besar dalam menjalankan kegiatan usaha, termasuk untuk pengembangan bisnis dan restrukturisasi usaha apabila diperlukan.

Sebelum menyampaikan tambahan keterbukaan informasi tersebut, IPAC telah mengajukan permohonan delisting kepada BEI melalui surat tertanggal 7 September 2026. Menindaklanjuti permohonan itu, BEI menghentikan sementara perdagangan saham IPAC di seluruh pasar mulai sesi I pada 11 September 2026 hingga pengumuman lebih lanjut.

Pelaksanaan go private dan delisting masih memerlukan persetujuan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk persetujuan perubahan status perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup dari OJK dan persetujuan delisting dari BEI.

Apabila rencana go private dan delisting memperoleh persetujuan yang diperlukan, pemegang saham publik yang tidak menjual sahamnya melalui penawaran tender sukarela tetap dapat menjadi pemegang saham IPAC. Namun, saham perusahaan tidak lagi tercatat di BEI dan IPAC akan berstatus sebagai perusahaan tertutup.

Baca Juga: Yield SBN Meroket Imbas Inflasi AS, BI-Rate Berpeluang Ditahan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×