kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Investor Ramai Ikuti Lelang Sukuk Negara Pada Selasa (7/2), Likuiditas Jadi Pendorong


Selasa, 07 Februari 2023 / 17:58 WIB
Investor Ramai Ikuti Lelang Sukuk Negara Pada Selasa (7/2), Likuiditas Jadi Pendorong
ILUSTRASI. Penawaran lelang sukuk pada hari ini (7/2) mencapai sebesar Rp 26,26 triliun


Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada Selasa (7/2), ramai diburu investor. Likuiditas pasar masih menjadi pendorongnya.

Direktur Pembiayaan Syariah DJPPR Kementerian Keuangan, Dwi Irianti Hadiningdyah mengatakan bahwa penawaran masuk (incoming bids) pada lelang hari ini masih cukup tinggi yaitu sebesar Rp 26,26 triliun. Dari total incoming bids, sebanyak 64% masih di dominasi tenor jangka pendek sampai dengan 4 tahun.

Terdapat 6 seri yang ditawarkan pada lelang kali ini yakni SPNS08082023, PBS036, PBS003, PBS037, PBS034 dan PBS033. Lelang masih didominasi oleh investor domestik, di mana penawaran asing hanya sebesar 16,5%.

Dari keenam seri SBSN tersebut, seri SPNS08082023 paling banyak diburu investor yakni sebesar Rp 6,45 triliun. Seri PBS037 adalah seri tertinggi kedua yang diburu investor dengan total penawaran masuk Rp 6,36 triliun.

Baca Juga: Penawaran Masuk pada Lelang Sukuk Negara Selasa (7/2) Capai Rp 26,26 Triliun

Jika dibandingkan dengan total penawaran masuk pada lelang dua pekan lalu, maka incoming bids kali ini lebih rendah. Penawaran masuk pada 24 Januari 2023 sebesar Rp 28,55 triliun, di mana pemerintah menyerap penawaran senilai Rp 14,15 triliun.

Namun, penyerapan pada lelang SBSN kali ini sudah sesuai target. Pemerintah menargetkan nilai indikatif lelang SBSN tanggal 7 Februari 2023 sebesar Rp 14 triliun.

"Minat investor masih tinggi, terutama didukung masih tingginya likuiditas di pasar," ucap Dwi saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (7/2).

Beberapa long term investor bahkan sudah mulai banyak melakukan penempatan dan masuk di tenor panjang. Selain itu, tingkat imbal hasil SBSN juga cenderung stabil di saat kondisi pasar sedang volatil akibat dampak dari pasar global.

Dari sisi imbal hasil (yield), pada lelang kali ini yield lebih tinggi rata-rata 4 basis poin (bps) jika dibandingkan dengan lelang sebelumnya. Menurut Dwi, kenaikan yield tersebut lebih lebih banyak dipengaruhi kenaikan yield US Treasury yang cenderung naik dalam beberapa hari ini.

Baca Juga: IHSG Menguat 0,89% ke 6.935 Ditopang Sektor Energi dan Perindustrian, Selasa (7/2)

"Kenaikan yield US Treasury itu pasca rilis data tenaga kerja AS yang akhir pekan lalu masih berkisar 3.40%, saat ini sudah naik ke level kisaran 3.60%," sambungnya.

Dwi bilang, investor masih akan terus mencermati kebijakan bank sentral, terutama setelah FOMC beberapa waktu lalu yang memutuskan untuk mengurangi laju kenaikan suku bunga. Serta, disusul rilis data tenaga kerja yang AS yang kuat di atas ekspektasi.

Ke depan, investor akan mencermati rilis inflasi AS pekan depan serta petunjuk lebih lanjut dari The Fed pasca kuatnya data tenaga kerja AS. Mayoritas pelaku pasar memproyeksi inflasi AS masih akan melandai sehingga bank sentral AS tidak terlalu hawkish.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×