kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Investor Pilih Sukuk Tenor Pendek pada Lelang Hari Ini


Selasa, 14 Juni 2022 / 22:24 WIB
ILUSTRASI. Total penawaran yang masuk dalam lelang SBSN hari ini sebesar Rp 15,13 triliun.


Reporter: Aris Nurjani | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah telah menggelar lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada hari ini, Selasa (14/6). Total penawaran yang masuk dalam lelang SBSN hari ini sebesar Rp 15,13 triliun. 

Jumlah penawaran lebih rendah dari penawaran yang masuk dalam lelang SBSN sebelumnya, sebesar Rp 20,21 triliun. Sementara, pemerintah hanya menyerap Rp 5,1 triliun pada lelang sukuk negara kali ini.

Fixed Income Portfolio Manager Sucorinvest Asset Management Gama Yuki mengatakan jika dibandingkan lelang sukuk dua minggu yang lalu, lelang hari ini lebih rendah dari sebelumnya tetapi masih cukup kuat. Tapi, penyerapan memang berada di bawah target indikatif pemerintah pada Rp 9 triliun. 

Baca Juga: Sukuk Seri PBS029 Paling Banyak Diburu Investor Pada Lelang Hari Ini

Gama mengatakan seri yang diburu oleh investor dalam lelang ini masih merupakan seri tenor pendek 2-4 tahun. Dia menambahkan, yield pada lelang sukuk negara hari ini lebih tinggi dibandingkan dengan lelang sebelumnya.

"Investor mulai berjaga-jaga kembali di tengah kenaikan yield US treasury yang terjadi selama seminggu terakhir akibat inflasi di AS yang masih cukup tinggi, sehingga ada kemungkinan The Fed`lebih agresif dalam menaikkan suku bunga di bulan ini," ucap Gama kepada Kontan.co.id, Selasa (14/6). 

Gama mengatakan dalam lelang kali ini baik investor asing maupun investor domestik masih wait and see terhadap langkah yang akan dilakukan oleh The Fed dengan kondisi inflasi yang masih cukup tinggi di AS. Alhasil investor obligasi masih akan defensif. 

Baca Juga: Lelang Sukuk Negara Sepi Peminat, Pemerintah Cuma Menyerap Rp 5,1 Triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×