kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Investor menanti FOMC, rupiah ditutup melemah


Rabu, 01 Agustus 2018 / 16:39 WIB
ILUSTRASI. Uang dollar AS


Reporter: Dimas Andi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Rabu (1/8). Di pasar spot, rupiah terkoreksi 0,18% ke level Rp 14.440 per dollar AS. Adapun kurs tengah rupiah di Bank Indonesia (BI) terkikis 0,2% ke level Rp 14.442 per dollar AS.

Analis Monex Investindo Futures, Putu Agus Pransuamitra mengatakan, pelemahan rupiah dipicu oleh penantian investor terhadap Federal Open Market Committee (FOMC) yang hasilnya akan diumumkan Kamis (2/8) dini hari nanti. “Investor menanti pernyataan The Fed terkait outlook kenaikan suku bunga acuan setelah GDP AS mencapai 4,1% saat dirilis akhir pekan kemarin,” ujarnya.

Selain itu, dollar AS mampu menguat terhadap rupiah lantaran data indeks kepercayaan konsumer (consumer confidence) di negara Paman Sam meningkat menjadi 127,4 di bulan Juli.

Dari dalam negeri, naiknya inflasi tahunan Juli menjadi 3,18% (yoy) mampu menahan laju pelemahan rupiah. “Rupiah tertolong data inflasi yang stabil di kisaran 3%,” kata Putu.

Ia memperkirakan, rupiah berpotensi melemah pada esok hari andai saja saat FOMC nanti The Fed memberikan pernyataan tegas bahwa suku bunga acuan AS akan naik dua kali di semester II-2018. Rupiah pun diprediksi Putu akan bergerak di kisaran Rp 14.360—Rp 14.500 per dollar AS pada perdagangan besok.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×