kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 -1,49%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Investor Masih Berhati-hati, Penawaran Lelang SUN 14 Februari Menurun


Selasa, 14 Februari 2023 / 21:00 WIB
Investor Masih Berhati-hati, Penawaran Lelang SUN 14 Februari Menurun


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investor yang masih berhati-hati dan wait and see dianggap sebagai faktor penyebab turunnya penawaran lelang surat utang negara (SUN) pada hari ini (14/2).

Dalam lelang SUN hari ini, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencatatkan total penawaran yang masuk pada lelang SUN adalah Rp 55,98 triliun.

Sayangnya, penawaran dalam lelang hari ini lebih rendah dari hasil lelang SUN sebelumnya pada 31 Januari 2023, yaitu mencapai Rp 67,08 triliun. Sementara, pemerintah berhasil menyerap Rp 20 triliun dalam lelang hari ini. Angka tersebut juga di bawah target minimum yang ditetapkan pemerintah, yaitu Rp 23 triliun.

Head of Investment Fixed Income Maybank Asset Management Zaki Aulia mengatakan, investor hari ini masih berhati-hati dengan rilis data-data ekonomi dalam waktu dekat ini.

Baca Juga: Penawaran Lelang SUN 14 Februari Hampir Rp 56 Triliun, Ini Catatan dari DJPRR

“Kami melihat penurunan hasil lelang pada hari ini lebih disebabkan investor yang lebih berhati-hati menjelang pengumuman inflasi Amerika Serikat (AS),” ujarnya kepada Kontan, Selasa (14/2).

Analis Fixed Income Sucorinvest Asset Management Alvaro Ihsan mengatakan, sentimen yang mempengaruhi jumlah penawaran lelang SUN hari ini adalah dirilisnya data perekonomian domestik pada besok.

“Besok ada data neraca dagang yang akan dirilis. Pasar juga menantikan rilis kebijakan moneter yang akan diumumkan usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) Kamis (16/2) nanti,” katanya kepada Kontan, Selasa (14/2).

Alvaro melihat, jumlah penawaran lelang SUN hari ini tak terpengaruh sama sekali dengan inverted yield curve yang tengah terjadi di AS.

Baca Juga: Hasil Lelang SUN 14 Februari Turun, Ini Penyebabnya

Sebab, secara umum, pasar obligasi Indonesia lebih didorong oleh kondisi domestik yang masih kuat serta inflasi di dalam negeri yang masih terkendali.

“Meskipun terjadi inverted yield curve di AS, tetapi investor tetap akan melihat data perekonomian domestik yang masih baik  untuk berinvestasi terhadap SUN Indonesia,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×