kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.685   9,00   0,05%
  • IDX 6.144   -174,14   -2,76%
  • KOMPAS100 810   -22,01   -2,64%
  • LQ45 621   -9,85   -1,56%
  • ISSI 217   -8,30   -3,68%
  • IDX30 355   -4,99   -1,39%
  • IDXHIDIV20 444   -5,07   -1,13%
  • IDX80 94   -2,28   -2,38%
  • IDXV30 122   -1,92   -1,54%
  • IDXQ30 116   -1,18   -1,00%

IHSG ambles 5,62% ke level 5.140,80 pukul 15.00 WIB, pukul 15.00 WIB, Senin (9/3)


Senin, 09 Maret 2020 / 15:08 WIB
ILUSTRASI. Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/3/2019).?


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rontok 5,62% ke level 5.140,80 pada pukul 15.00 WIB, Senin (9/3). Meluasnya wabah virus corona disusul amblesnya harga minyak dunia akibat perang harga menekan IHSG.

Mengutip data RTI, Investor asing mencatat net sell di pasar reguler sebesar Rp 491,5 miliar. Sebanyak 376 saham turun, 44 saham naik dan 85 saham tidak berubah. Total volume perdagangan sebanyak 5.210 miliar dengan nilai Rp 4,80 triliun dan total frekuensi 402.688 kali.

Baca Juga: Lanjut melorot hingga sesi II, IHSG anjlok 4,27% ke 5.263 (pukul 13.50 WIB)

Tercatat semua sektor memerah. Sektor industri dasar anjlok paling dalam 8,06%, kemudian sektor perkebunan anjlok 7,64%, sektor aneka industri turun 6,46%, sektor manufaktur turun 6,13%, sektor infrastruktur turun 6,12%.

Kemudian sektor tambang ambles 5,25%, sektor barang-barang konsumsi turun 4,90%, sektor konstruksi melorot 5.04%, sektor keuangan merosot 5% dan sektor perdagangan turun 3,87%.

Baca Juga: Harga minyak dunia terpental, Sri Mulyani nilai dampak psikologis lebih besar

Top Losers indeks LQ45:

  1. PT Wijaya Karya (WIKA) turun 14,21%
  2. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) turun 12,06%
  3. PT PP (PTPP) Tbk turun 11,67%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×