kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.992   80,00   0,45%
  • IDX 6.010   -61,64   -1,02%
  • KOMPAS100 774   -11,44   -1,46%
  • LQ45 592   -8,80   -1,46%
  • ISSI 208   -2,25   -1,07%
  • IDX30 328   -4,71   -1,41%
  • IDXHIDIV20 419   -5,32   -1,25%
  • IDX80 88   -1,32   -1,47%
  • IDXV30 114   -0,94   -0,82%
  • IDXQ30 107   -1,23   -1,13%

Investasi berbasis obligasi bisa jadi pilihan investasi di masa resesi


Minggu, 09 Agustus 2020 / 13:44 WIB
ILUSTRASI. Reksadana pendapatan tetap berbasis obligasi akan kinerja paling menjanjikan dibandingkan reksadana saham.


Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Khomarul Hidayat

Sementara untuk reksadana pasar uang, Farash melihat, kinerjanya akan tetap mengikuti pergerakan bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang diperkirakan tetap rendah hingga tahun depan. Namun, hal tersebut tetap baik untuk jangka pendek karena inflasi yang juga rendah.

Dengan kondisi tersebut, Farash membuat rekomendasi kepada para investor berdasarkan kelompok usia. Untuk kelompok usia muda, sebaiknya investasi didominasi dengan jangka panjang, yakni porsi saham 80^-90%, pasar uang 5%-10%, pendapatan tetap 5%-10%.

Lalu, kelompok usia menengah sebaiknya dibuat seimbang, dengan porsi saham 50%-60%, pasar uang 10-20%, pendapatan tetap 30%. Sedangkan untuk kelompok usia tua, sebaiknya dengan porsi saham 5%-10%, pasar uang 80%-90%, pendapatan tetap 5%-10%.

Sementara, Wawan menyebut, keranjang investasi dengan formasi 5-3-2 masih relevan bagi investor. Wawan merekomendasikan, 50% pada berbasis obligasi, 30% pada pasar uang untuk menjaga likuiditas dan 20% pada reksa dana saham untuk investasi jangka panjang.

Baca Juga: Tingkat gagal bayar masih rendah, simak tips memilih obligasi korporasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×