Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek kinerja PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) pada 2026 dinilai masih didorong ekspansi jaringan rumah sakit dan penguatan layanan spesialis.
Penambahan fasilitas baru berpotensi menjadi katalis pertumbuhan pendapatan, meski tekanan margin masih membayangi pada fase awal operasional.
Equity Research Abdul Azis Setyo Wibowo dari Kiwoom Sekuritas Indonesia menilai pembukaan RS Mayapada Cakung serta Mayapada Eye Center (MEC) Sudirman berpotensi mendorong pertumbuhan pendapatan pada 2026.
“Ekspansi ini menambah kapasitas tempat tidur, layanan spesialis, serta meningkatkan kompleksitas kasus pasien sehingga dapat mendorong average revenue per patient (ARPP). Namun pada fase awal operasional, margin berpotensi tertekan akibat biaya pre-operating dan utilisasi yang belum optimal,” ujar Azis kepada Kontan, Jumat (13/2/2026).
Baca Juga: Intip Rekomendasi Saham XLSMART (EXCL) yang Tanggung Rugi Usai Merger
Menurutnya, kolaborasi dengan Apollo Hospitals India di Batam juga berpotensi memperkuat positioning SRAJ di segmen layanan kesehatan berstandar internasional.
Kerja sama tersebut dinilai dapat menangkap peluang medical tourism domestik sekaligus menekan potensi devisa keluar akibat pasien Indonesia berobat ke luar negeri.
Batam dinilai memiliki posisi strategis karena kedekatannya dengan Singapura, sehingga berpeluang menjadi hub layanan kesehatan regional apabila eksekusi berjalan optimal.
Dari sisi strategi bisnis, fokus SRAJ pada layanan premium seperti cardiac, oncology, dan eye center dinilai mampu meningkatkan margin melalui tarif layanan yang lebih tinggi.
Meski demikian, efektivitas strategi ini tetap bergantung pada daya beli segmen target serta kemampuan perseroan menjaga tingkat utilisasi agar biaya tetap dapat terdistribusi secara optimal.
Terkait pergerakan saham, Azis menilai ruang kenaikan dalam jangka pendek masih terbatas. “Dengan kenaikan harga yang sudah cukup tinggi, kami memilih wait and see terlebih dahulu karena dikhawatirkan adanya potensi koreksi,” jelasnya.
Secara keseluruhan, prospek fundamental SRAJ dinilai tetap positif seiring ekspansi layanan dan peningkatan kompleksitas layanan medis, namun investor disarankan mencermati risiko tekanan margin pada masa awal operasional rumah sakit baru.
Selanjutnya: Bangun dari Tidur Panjang, Saham BIPI Melesat 95% di Tengah Isu Akuisisi Bakrie
Menarik Dibaca: HP Android 1 Jutaan Baterai 6000 mAh: Nggak Takut Pemadaman Listrik Lagi!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)