kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45961,84   -17,31   -1.77%
  • EMAS984.000 -1,50%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Intiland Development (DILD) Mulai Fokus Menggarap Pasar Landed House


Sabtu, 24 September 2022 / 16:37 WIB
Intiland Development (DILD) Mulai Fokus Menggarap Pasar Landed House
ILUSTRASI. Intiland Development (DILD) mulai fokus menggarap pasar landed house../pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/9/11/2017.


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Intiland Development Tbk (DILD) mulai fokus menggarap pasar landed house. Intiland mengambil strategi ini di tengah tren penjualan high rise yang masih menurun.

Direktur DILD Archied Noto Pradono menuturkan selama ini pihaknya cenderung bermain di pasar high rise. "Sebanyak 60% income di high rise, sisanya di residensial 25%, recurring income 10%, dan sisanya kawasan industri," ujar Archied dalam acara bincang bersama HP Sekuritas, Senin (19/9).

Sementara saat ini, lanjutnya, pasar high rise turun signifikan sehingga untuk proyek high rise sementara akan dihentikan. Karenanya untuk proyek high rise , Archied bilang saat ini hanya merampungkan proyek yang sudah dalam tahapan konstruksi yaitu Fifty Seven Promenade dan SQ Res.

Baca Juga: Dibayangi Sentimen Negatif, Intiland Development (DILD) Tinjau Target Marketing Sales

Hal tersebut juga seiring target serah terima salah satu tower proyek Fifty Seven Promenade akan dilakukan pada akhir tahun nanti. Disebutnya, sejauh ini telah terjual 90% sehingga diharapkan setelah serah terima pada akhir tahun nanti juga dapat menggenjot pendapatan perseroan.

Archied memaparkan, Fifty Seven Promenade bakal rampung tahun ini dan pihaknya telah menjual sekitar Rp 2,2 triliun. Diharapkan setengahnya bisa dibukukan ke pendapatan tahun ini.

"Sehingga kami harapkan akhir tahun bisa mencetak laba positif," kata dia.

Di semester II ini Intiland juga masih akan meluncurkan kluster-kluster baru dari proyek existing seperti di Serenia Hills, Graha Natura, dan Amnesta Living.

Baca Juga: Ini Penyebab Kinerja Intiland Development (DILD) di Semester I-2022 Loyo

Pada semester pertama 2022, Intiland membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 960,4 miliar. Jumlah itu turun 14,13% dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 1,11 triliun.

Sehingga, rugi bersih emiten properti ini melonjak menjadi Rp 162,92 miliar di semester pertama 2022. Pada semester I 2021, rugi Intiland sebesar Rp 23,13 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM) Supply Chain Management Principles (SCMP)

[X]
×