kontan.co.id
banner langganan top
Jum'at, 4 April 2025 | : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Insentif Kendaraan Listrik Bakal Lanjut, Analis Rekomendasikan Saham-Saham Ini


Jumat, 22 November 2024 / 19:28 WIB
Insentif Kendaraan Listrik Bakal Lanjut, Analis Rekomendasikan Saham-Saham Ini
ILUSTRASI. Pengunjung mengabadikan mobil listrik yang dipamerkan di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024, ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (24/7/2024). Airlangga Hartarto, mengungkapkan rencana pemerintah untuk mengajukan kelanjutan sejumlah insentif pajak prioritas hingga tahun 2025.


Reporter: Rashif Usman | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan rencana pemerintah untuk mengajukan kelanjutan sejumlah insentif pajak prioritas hingga tahun 2025.

Salah satu insentif yang akan diusulkan adalah Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) DTP, khususnya untuk Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KLBB).

"Beberapa insentif prioritas yang sedang berjalan diusulkan untuk dilanjutkan ke tahun depan dan ini akan segera dibahas juga dengan Kementerian Keuangan," ujar Airlangga dalam Konferensi Pers di Jakarta, Minggu (3/11) lalu.

Baca Juga: Awal Pekan Kembali Tiba, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini dari Analis

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Miftahul Khaer mengatakan pemberian insentif kendaraan listrik berdampak signifikan bagi emiten otomotif.

Sebab, kebijakan ini dapat meningkatkan daya beli masyarakat terhadap kendaraan listrik, menurunkan harga jual dan mempercepat adopsi teknologi kendaraan listrik di pasar domestik. 

"Emiten yang terlibat langsung dalam produksi atau distribusi KLBB akan melihat peningkatan volume penjualan, pendapatan dan margin laba," kata Miftahul kepada Kontan, Jumat (22/11).

Selain itu, insentif ini juga dapat mendorong pengembangan infrastruktur pendukung kendaraan listrik, seperti stasiun pengisian daya yang dapat menciptakan peluang bisnis baru bagi emiten terkait. 

Baca Juga: Bunga Acuan Tetap, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini dari Analis

Dalam jangka panjang, penerapan kebijakan ini akan membantu emiten otomotif beradaptasi dengan tren global menuju kendaraan ramah lingkungan. 

Emiten seperti PT Astra International Tbk (ASII), berpotensi besar memanfaatkan insentif ini dengan memperluas lini produk KLBB melalui anak perusahaannya dan kemitraan strategis dengan produsen global. 

Tak hanya ASII, emiten komponen otomotif seperti PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), PT Goodyear Indonesia Tbk, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) juga bisa ketiban berkah dari adanya usulan ini.


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×