kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,52%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Inilah faktor utama yang menyebabkan harga emas anjlok 2% ke bawah level US$ 1.500


Rabu, 06 November 2019 / 04:47 WIB
Inilah faktor utama yang menyebabkan harga emas anjlok 2% ke bawah level US$ 1.500
ILUSTRASI. Emas batangan. REUTERS/Michael Dalder


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas dunia anjlok  2% pada hari Selasa (5/11). Penurunan harga si kuning seiring adanya ekspektasi bahwa Amerika Serikat akan menurunkan tarif impor China sehingga meredakan kekhawatiran akan resesi global.

Data Reuters menunjukkan, harga emas di pasar spot merosot 1,8% menjadi US$ 1.481,81 per troy ounce pada pukul 14.03 waktu New York. Adapun harga kontrak emas berjangka AS ditutup melorot 1,8% ke posisi US$ 1.483,70.

Logam mulia, yang cenderung meningkat selama masa krisis ekonomi dan politik, sudah tertekan hingga 2% ke level terendah dalam hampir tiga minggu ke posisi US$ 1.479,25 per troy ounce di awal sesi dan tengah menuju pada penurunan harian terbesar sejak akhir September.

Baca Juga: Waduh, Harga Emas Hari Ini Terperosok Makin Dalam, Ke Bawah US$ 1.490

"Faktor utama (untuk penurunan emas) adalah penarikan kembali kebijakan tarif impor China dan beberapa bagian dari kesepakatan perdagangan 'fase satu' mulai dijalankan," kata Bob Haberkorn, senior market strategist di RJO Futures kepada Reuters.

Dia juga menambahkan, "Pasar saham global telah diperdagangkan secara signifikan lebih tinggi dalam beberapa sesi terakhir, ditambah dengan sedikit terobosan dalam tarif AS-China, memberikan tekanan pada aset yang aman saat ini."

China berharap akan ada penghapusan tarif lebih banyak lagi yang diberlakukan oleh Amerika Serikat pada bulan September sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan AS-China "fase satu", yang dapat ditandatangani bulan ini oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.

Baca Juga: Kecemasan resesi mereda, harga emas diramal sentuh US$ 1.400 tahun depan

Gencatan senjata dari perang dagang serta data ekonomi yang positif mendorong optimisme tentang prospek ekonomi global dan mendorong indeks dollar dan imbal hasil obligasi lebih tinggi.

The Greenback juga mendapat dorongan setelah rilis data non-manufaktur ISM AS yang lebih baik dari perkiraan untuk Oktober. Faktor ini lebih lanjut menekan harga emas.

"Melejitnya pasar saham dunia di mana  indeks AS terus mencetak rekor tertinggi dalam semalam menurunkan permintaan untuk logam safe-haven," kata analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff dalam sebuah catatan.

Baca Juga: Harga emas masih melemah 0,40% di angka US$ 1.503,74 per ons troi

Wyckoff juga menambahkan, "Sentimen risiko di seluruh dunia mulai menurun di tengah prediksi bahwa AS dan China sudah semakin dekat dengan kesepakatan perdagangan parsial."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×