kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ini tiga big cap yang menggerus IHSG sesi I


Kamis, 12 Desember 2013 / 12:25 WIB
ILUSTRASI. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) bakal menebar dividen dari tahun buku 2021 sebesar Rp 2,44 triliun


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sesi I masih berkubang di zona merah. Sampai pukul 12.00 WIB, IHSG melemah 47,53 poin atau turun 1,11% menjadi 4.224,21.

Aksi penjualan saham bluechip menjadi salah satu penyebab turunnya IHSG sesi I hari ini, Kamis (12/12). Tiga diantaranya adalah;

- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

Saham BBCA turun 2,54% menjadi Rp 9600 di sesi I dan menyumbang penurunan indeks sebesar 6,67 poin. Tiga sekuritas yang paling banyak menjual saham BBCA adalah; Bahana Securities senilai Rp 6,06 miliar, PT Citigroup Securities Tbk senilai Rp 4,62 miliar dan JP Morgan Securities Indonesia senilai Rp 1,96 miliar.

- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)

Saham BBRI turun 2,72% menjadi Rp 7.150 di sesi I dan menyumbang penurunan indeks sebesar 5,34 poin. Tiga sekuritas yang paling banyak menjual saham BBRI adalah; Deutsche Securities Indonesia senilai Rp 17.37 miliar, Macquarie Capital Securities Indonesia senilai Rp 12,93 miliar, dan PT Bahana Securities senilai Rp 11,23 miliar.

- PT Astra International Tbk (ASII)

Saham ASII turun 1,55% menjadi Rp 6.350 di sesi I dan menyumbang penurunan indeks sebesar 4,42 poin. Tiga sekuritas yang banyak menjual saham ASII adalah; UBS Securities Indonesia senilai Rp 13,91 miliar, PT Citigroup Securities Indonesia senilai Rp 3,58 miliar dan Macquarie Capital Securities Indonesia senilai Rp 3,34 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×