kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45952,23   -6,72   -0.70%
  • EMAS1.033.000 0,49%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Ini Strategi Perdana Gapuraprima (GPRA) Ekspansi Proyek Hunian dan Tambah Landbank


Jumat, 09 Desember 2022 / 19:06 WIB
Ini Strategi Perdana Gapuraprima (GPRA) Ekspansi Proyek Hunian dan Tambah Landbank
ILUSTRASI. PT Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA) sedang gencar mengembangkan proyek properti sembari mencari landbank baru. KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA) telah merancang strategi untuk menjaga keberlanjutan kinerja. GPRA sedang gencar mengembangkan proyek properti sembari mencari cadangan lahan (landbank) baru.

Direktur Utama Perdana Gapuraprima, Arvin F. Iskandar membeberkan, GPRA memiliki delapan proyek yang sedang dalam tahap penyelesaian dan pengembangan. Lokasi proyek berada di daerah Jabotabek dan Cilegon.

Meliputi apartemen Bellevue Place (Jakarta), condotel & villa Bhuvana Ciawi (Bogor), lalu proyek perumahan Metro Cilegon, Anyer Palazo (Cilegon), Bukit Cimanggu City (Bogor), Garden Ville (Bogor), Green Leaf Residence (Tangerang), dan Spring Garden (Bekasi). 

Baca Juga: Perdana Gapuraprima (GPRA) Bidik Pertumbuhan Bisnis yang Positif Tahun Ini

Tak berhenti di situ, GPRA setidaknya sudah menyiapkan dua proyek pengembangan baru. Pertama, perumahan Gading One di Cilincing, Jakarta Utara yang masih dalam tahap perencanaan. Kedua, perumahan Pakuan Terrace di Kota Bogor yang siap digarap pada tahun depan.

Dengan portofolio proyek yang melimpah itu, Arvin optimistis GPRA bisa tumbuh secara berkelanjutan. Didukung juga oleh landbank seluas 200 hektare di area Bogor, Cilegon, Bekasi, dan Tangerang.

Arvin memperkirakan, portofolio proyek dan landbank yang dimiliki GPRA bisa menopang kinerja dalam 10 tahun hingga 15 tahun ke depan. 

"Belum termasuk tambahan landbank. Sebagai developer, kami akan terus mencari lahan baru," terang Arvin kepada Kontan.co.id, Jum'at (9/12).

Arvin belum mengungkapkan secara rinci mengenai rencana tambahan landbank dan investasi yang disiapkan untuk aksi tersebut. Hanya saja, dia memberikan bocoran, ekspansi proyek dan landbank GPRA masih akan diarahkan ke wilayah Jabodetabek dan sekitarnya.

Sasar Pasar di Bawah Rp 1 Miliar

Tak hanya menggeber ekspansi proyek, GPRA juga menyiapkan strategi untuk menggenjot penjualannya. Dalam portofolio proyeknya, segmen perumahan mendominasi. Hal ini menyesuaikan dengan target pasar yang ingin disasar.

GPRA gencar membuka klaster baru dengan luasan hingga 120 m2. Sehingga bisa tepat menyasar konsumen perumahan pada rentang harga Rp 500 juta - Rp 800 juta. 
"Sesuai dengan market yang paling ramai saat ini," imbuh Arvin.

Proyek perumahahan diharapkan mampu menopang pendapatan GPRA secara berkesinambungan. Sedangkan untuk tahun ini, GPRA membidik pendapatan pra-penjualan (marketing sales) sekitar Rp 500 miliar. 

Marketing sales GPRA antara lain ditopang oleh penjualan dari proyek Bukit Cimanggu City dan Metro Cilegon. 

"Kontribusi perumahan sekitar 70% untuk penjualan secara konsolidasi," ungkap Arvin.

Guna memuluskan strategi ekspansi, pada tahun ini GPRA mengalokasikan belanja modal (capex) sekitar Rp 200 miliar. 

Baca Juga: Perdana Gapuraprima (GPRA) Targetkan Pertumbuhan Pendapatan 5%-10% Tahun Ini

Capex dialokasikan untuk pembangunan perumahan, infrastruktur lahan baru dan penyelesaian proyek apartemen.

Selain menggarap proyek pengembangan, GPRA juga telah memiliki sederet portofolio properti yang menopang pendapatannya. Termasuk apartemen, serta properti komesial, perkantoran dan hotel.

Di antaranya adalah The Belleza Permata Hijau, Gapuraprima Plaza, Kebagusan City, Horison Serpong Hotel, Horison Bhuvana Hotel & Villa, Anyer Pallazzo Resort, serta Great Western Resort Mall & Water Park.

Dari berbagai portofolio properti yang dimiliki, GPRA mendulang penjualan dan pendapatan berulang (recurring revenue). Secara pembukuan, sampai dengan kuartal III-2022, GPRA mengantongi penjualan bersih sebesar Rp 277,71 miliar.

Realisasi penjualan bersih GPRA turun tipis 1,83% dibandingkan periode kuartal III-2021 yang kala itu mencapai Rp 282,89 miliar. Koreksi ini terutama didorong oleh segmen penjualan apartemen.

"Ada kenaikan penjualan residential housing, tapi untuk penjualan apartemen masih belum sesuai target. Sehingga penjualan secara keseluruhan sedikit terkoreksi," jelas Arvin.

Meski secara top line merosot, namun GPRA mampu menekan beban. Alhasil, GPRA meraih laba bersih sebesar Rp 65,70 miliar hingga 30 September 2022, melonjak 47,47% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Raihan ini sejatinya sudah melewati estimasi di awal tahun, dengan proyeksi laba bersih minimal mencapai Rp 50 miliar. Dengan hasil per kuartal III-2022, Arvin memproyeksikan laba bersih GPRA bisa menyentuh Rp 70 miliar di akhir tahun.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Storytelling with Data Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×