kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Ini sentimen yang mendukung penguatan rupiah pada hari ini


Senin, 18 Mei 2020 / 19:02 WIB
Ini sentimen yang mendukung penguatan rupiah pada hari ini
ILUSTRASI. Rupiah berhasil menguat di awal pekan ini


Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sempat melemah, rupiah berhasil membalikkan keadaan pada penutupan perdagangan Senin (18/5). Merujuk Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup menguat ke level Rp 14.850 per dolar Amerika Serikat (AS).

Dengan demikian, rupiah menguat tipis 0,07% dibandingkan dengan Jumat (15/5) yang berada di level Rp 14.860 per dolar AS.

Kompak, rupiah di kurs tengah Bank Indonesia (BI) juga menguat 0,16% ke level Rp 14.885 per dolar AS.

Analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf mengatakan, rupiah sempat tertekan seiring dengan kekhawatiran memanasnya hubungan dagang antara China dan AS. Sentimen ini mendorong investor memburu aset safe haven seperti dolar AS. 

Baca Juga: Perkasa, rupiah berhasil ditutup menguat Rp 14.850 per dolar AS

Namun pelemahan mampu dibatasi, bahkan mata uang Garuda menguat tipis di akhir perdagangan berkat optimisme pasar mengenai pemulihan ekonomi.

“Beberapa negara mulai melonggarkan aturan lockdown, bahkan di dalam negeri pemerintah saat ini tengah berencana memutar kembali roda perekonomian. Sentimen tersebut mampu meningkatkan sentimen risk-on,” ungkap Alwi kepada Kontan.co.id, Senin (18/5).

Sementara Ekonom Bank Permata Josua Pardede bilang, penguatan tipis rupiah terhadap dolar AS diperkirakan didorong oleh sentimen menjelang pengumuman Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada Selasa (19/5).

“Sentimen ini terkait dengan kemungkinan bahwa BI akan memotong tingkat suku bunganya lagi sebanyak 25 bps menjadi 4,25%. Pengaruh sentimen ini juga dibuktikan oleh sebagian besar mata uang Asia mengalami pelemahan akibat sentimen dagang AS-China serta data perekonomian AS yang cenderung memburuk,” pungkas Josua.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×