kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45928,35   -6,99   -0.75%
  • EMAS1.321.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ini Sebabnya Wijaya Karya (WIKA) Rugi di Tahun 2022 Meski Pendapatan Naik


Senin, 27 Maret 2023 / 06:30 WIB
Ini Sebabnya Wijaya Karya (WIKA) Rugi di Tahun 2022 Meski Pendapatan Naik


Reporter: Vina Elvira, Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), sebuah perusahaan konstruksi milik pemerintah, membukukan kerugian di tahun 2022, meskipun pendapatannya meningkat. Pada tahun 2022, WIKA mengalami kerugian sebesar Rp 59,6 miliar, sedangkan pada tahun sebelumnya masih mengalami laba sebesar Rp 117,67 miliar.

Pendapatan WIKA meningkat sebesar 20,61% menjadi Rp 21,48 triliun dari tahun sebelumnya. Margin laba usahanya juga meningkat menjadi 7,96% dari tahun sebelumnya yang sebesar 6,29%.

Tetapi WIKA mencatat kenaikan beban keuangan sebesar 18,10% menjadi Rp 1,37 triliun dari sebelumnya Rp 1,16 triliun. Selain itu, bagian laba entitas ventura bersama di tahun 2022 turun 54,38% menjadi hanya Rp 306,73 miliar dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 672,37 miliar.

Selain itu, WIKA juga mencatat peningkatan bagian rugi entitas asosiasi menjadi Rp 99,35 miliar dari sebelumnya rugi Rp 28,88 miliar. Penurunan laba entitas asosiasi ini terutama berasal dari investasi di PT Jasamarga Manado-Bitung sebesar Rp 53,79 miliar dan PT WIKA Industri Manufaktur sebesar Rp 51,6 miliar.

Beban keuangan, peningkatan bagian rugi entitas asosiasi, dan penurunan laba entitas asosiasi ini menyebabkan WIKA mengalami kerugian. Namun, mayoritas bisnis inti WIKA di tahun lalu meningkat. Hanya segmen realty dan properti yang turun tipis.

Baca Juga: Pendapatan Wijaya Karya (WIKA) Tumbuh 20% Menjadi Rp 21,48 Triliun Selama 2022

Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito menyampaikan bahwa kontribusi terbesar atas penjualan tersebut berasal dari segmen infrastruktur dan bangunan gedung, disusul oleh segmen industri, dilanjutkan dengan segmen energi dan industrial plant serta segmen realti dan properti.

“Capaian ini menunjukkan kinerja operasi WIKA yang sustain dan semakin efisien, terbukti dari kapasitas produksi (burn rate) WIKA yang berada pada level 39% di 2022 meningkat dibandingkan 2021 yang berada pada level 30,2%, dengan margin laba kotor sebesar 10,3% meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 9,5%,” ungkap Agung, dalam siaran pers yang diterima Kontan.co.id pada Minggu (26/3). 

Agung melanjutkan, kinerja operasi yang baik tersebut dibuktikan dengan keberhasilan WIKA dalam menuntaskan berbagai proyek di tanah air, di antaranya Bendungan Sukamahi Jawa Barat, Revitalisasi Dua Terminal VVIP yaitu di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali dan Bandar Udara Halim Perdana Kusuma, dan Pemasangan Single Point Mooring (SPM) Pengapon Jawa Tengah. 

Baca Juga: Pendapatan Naik 20%, Wijaya Karya (WIKA) Justru Rugi di 2022

Sepanjang tahun 2022, pendapatan segmen infrastruktur dan gedung meningkat 14,42% menjadi Rp 10,79 triliun. Pendapatan segmen industri melesat 23,7% menjadi Rp 5,69 triliun. Pendapatan segmen energi dan industrial plant naik 16,92% menjadi Rp 3,87 triliun. Pendapatan hotel dan investasi meningkat masing-masing 210% menjadi Rp 708,18 miliar dan 2.786% menjadi Rp 190,46 miliar. Sedangkan pendapatan segmen realty dan properti turun 2,1% menjadi Rp 224,89 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan Wijaya Karya yang dirilis Jumat (24/3), total aset WIKA per akhir 2022 mencapai Rp 75,07 triliun, meningkat 8,2% dalam setahun. Ekuitas WIKA  naik tipis 0,34% menjadi Rp 17,49 triliun.

Sedangkan liabilitas Wijaya Karya naik 10,84% menjadi Rp 57,58 triliun. Peningkatan liabilitas WIKA terutama disebabkan penambahan utang obligasi dan sukuk mudharabah serta peningkatan bagian jangka panjang untuk pinjaman jangka menengah dan uang muka proyek jangka panjang.

Baca Juga: 8 Produsen Berhak Ikut Program Subsidi Motor Listrik, Ini Daftarnya

Sejalan dengan capaian yang telah ditorehkan pada tahun 2022, WIKA menetapkan langkah transformasi yang bertumpu pada sejumlah aspek. 

Beberapa aspek tersebut meliputi, project selection yang lebih prudent, penerapan lean construction, penguatan digitalisasi melalui eskalasi kapasitas BIM WIKA yang terintegrasi dengan penggunaan ERP WIKA, dan perkuatan kondisi keuangan.

“Dengan bertransformasi WIKA dapat melaksanakan proses bisnis yang lebih efektif dengan tujuan memperoleh hasil yang lebih optimal, baik untuk project owner maupun WIKA,” ujar Agung. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×