kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45691,13   20,36   3.03%
  • EMAS924.000 -0,22%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Ini saran Semen Baturaja (SMBR) untuk pemerintah terkait regulasi zero ODOL


Jumat, 14 Februari 2020 / 18:36 WIB
Ini saran Semen Baturaja (SMBR) untuk pemerintah terkait regulasi zero ODOL
ILUSTRASI. Semen Baturaja Tbk (SMBR). Foto:Dok. Semen Baturaja

Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebijakan pemerintah untuk menerapkan jalanan bebas truk bermuatan lebih atau zero over dimension over loading (ODOL) pada 2022 dinilai akan memberatkan emiten semen.

Basthony Santri, Sekretaris Perusahaan PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) mengatakan pemberlakuan aturan zero ODOL tentu akan sangat mempengaruhi biaya logistik SMBR. "Seperti kita tahu bahwa biaya logistik di Indonesia sangat tinggi salah satunya di industri semen," terang Basthony kepada Kontan.co.id, pekan lalu.

Melansir laporan keuangan per kuartal III-2019, SMBR mencatatkan beban penjualan sebesar Rp 225,3 miliar atau naik tajam 117,7% dari periode yang sama tahun lalu. Sebanyak Rp 170,46 miliar atau 75,6% merupakan biaya untuk pengangkutan dan distribusi. Jumlah ini naik tajam 128% dibanding beban pengangkutan tahun sebelumnya yang hanya Rp 74,78 miliar.

Baca Juga: Indocement (INTP) menilai zero ODOL berpotensi naikkan biaya distribusi semen

Basthony menilai, keputusan pemerintah untuk menerapkan aturan zero ODOL sebenarnya baik. Namun, pemerintah perlu memikirkan kesiapan moda alternatif lain seperti kereta api dan kapal. Selain itu, perlu dipikirkan pula efisiensi waktu loading dan unloading (bongkar muat).

"Karena dengan penerapan ODOL selain meningkatkan biaya logistik yang berakibat pada harga semen, juga dapat meningkatkan kepadatan atau beban lalu lintas akibat pembatasan kapasitas tersebut," sambung dia.

Baca Juga: Aturan zero ODOL bisa berdampak positif pada penjualan truk

Guna menghadapi aturan zero ODOL, Basthony mengatakan salah satu strategi emiten pelat merah ini adalah meningkatkan kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dalam hal pengangkutan semen. "Kerjasama dengan KAI sudah ada dan akan meningkat terus," pungkas dia.




TERBARU

Close [X]
×