kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.716   73,19   1,30%
  • KOMPAS100 738   10,40   1,43%
  • LQ45 559   6,09   1,10%
  • ISSI 199   2,35   1,19%
  • IDX30 317   2,72   0,87%
  • IDXHIDIV20 390   0,52   0,13%
  • IDX80 84   1,04   1,26%
  • IDXV30 106   -0,24   -0,23%
  • IDXQ30 102   0,48   0,47%

Ini rencana Antam setelah masuk holding tambang


Rabu, 29 November 2017 / 22:29 WIB


Reporter: Riska Rahman | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah resmi tergabung dalam holding tambang bersama tiga perusahaan tambang BUMN, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) telah memiliki rencana kerja sama dengan perusahaan tambang pelat merah lainnya.

Direktur Utama ANTM Arie Prabowo Ariotedjo mengatakan, pihaknya telah memiliki rencana kerja sama dengan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) sebagai induk holding. Selain itu, mereka juga akan menjalin kerja sama dengan PT Timah Tbk (TINS) dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA).

Kerja sama dengan Inalum dilakukan dengan membangun pabrik Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR). "Saat ini kami sedang dalam studi kelayakan (feasibility study). Diharapkan studi ini bisa selesai dalam empat sampai lima bulan ke depan," ujar Arie di Jakarta, Rabu (29/11).

Adapun rencana kerja sama dengan TINS akan berbentuk kesepakatan terkait jasa eksplorasi. Hal ini dilakukan lantaran ANTM memiliki kelebihan di bidang eksplorasi dibanding anggota holding lain.

Kerja sama yang dilakukan antara ANTM dengan PTBA berkaitan dengan suplai listrik, terutama untuk pabrik feronikel di Halmahera Timur. "Selain itu, kami berencana untuk melakukan pengalihan pengelolaan aset pembangkit listrik di Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Pengalihan ini berpotensi membuat kami memperoleh dana sebesar Rp 2 triliun hingga Rp 3 triliun untuk program hilirisasi kami," papar Arie.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×