kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.147   50,00   0,28%
  • IDX 5.373   -66,16   -1,22%
  • KOMPAS100 696   -6,74   -0,96%
  • LQ45 542   -4,89   -0,89%
  • ISSI 183   -3,13   -1,68%
  • IDX30 304   -2,05   -0,67%
  • IDXHIDIV20 401   -1,94   -0,48%
  • IDX80 80   -0,68   -0,84%
  • IDXV30 111   -0,79   -0,70%
  • IDXQ30 101   -0,36   -0,35%

Ini penyebab tingginya penawaran pada lelang sukuk negara Selasa (7/9)


Selasa, 07 September 2021 / 18:17 WIB
ILUSTRASI. Jumlah penawaran yang masuk pada lelang SBSN hari ini sebesar Rp 56,61 triliun.


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Minat investor pada lelang surat berharga syariah negara (SBSN), Selasa (7/9), tinggi karena didukung sentimen eksternal dan internal. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, jumlah penawaran yang masuk sebesar Rp 56,61 triliun.

Jumlah tersebut lebih tinggi dari jumlah penawaran yang masuk dalam lelang SBSN dua pekan sebelumnya, yaitu Rp 52,46 triliun. Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan lelang SBSN sukses mendapat minat investor yang lebih tinggi karena yield US Tresury tidak berhasil menguat setelah The Fed cenderung bersikap dovish dan data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) lebih rendah dari proyeksi konsensus para analis. 

Sementara, sentimen dalam negeri terkait respons positif pelaku pasar pada relaksasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) juga mendukung optimisme pelaku pasar pada lelang SBSN. 

Baca Juga: Penawaran pada lelang sukuk negara hari ini mencapai Rp 56,61 triliun

Selain itu, minat investor tinggi didukung penurunan pajak penghasilan (PPh) atas imbal hasil obligasi dari 15% menjadi 10%. Likuiditas pasar keuangan dalam negeri yang tetap tinggi turut mengangkat permintaan pada lelang hari ini. Likuiditas perbankan juga masih tinggi karena belum bisa maksimal menyalurkan kredit.  

Terakhir, Josua memperhatikan keputusan pemerintah dengan Bank Indonesia melakukan burden sharing sampai 2022 juga turut mendukung pasar obligasi di tengah ancaman isu tapering off AS. 

Baca Juga: Siap-Siap Lelang Sukuk Hari Ini Cetak Rekor Lagi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×