kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ini pendapat broker soal pungutan dari OJK


Jumat, 23 November 2012 / 14:30 WIB
ILUSTRASI. Contoh kamar mandi minimalis monokrom dengan shower. Foto: Instagram @vigoindustries


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Berbeda dengan para bankir yang mayoritas keberatan dengan besaran pungutan yang akan dipatok oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Broker justru tak mau pusing dengan biaya pungutan dari OJK tersebut.

Rudy Utomo, Direktur PT Evergreen Capital menyebutkan, besaran nilai pungutan yang dibebankan untuk biaya pendaftaran dan aksi korporasi serta perizinan, harusnya tak mempengaruhi minat emiten dan perusahaan publik melakukan aksi korporasi. Sebab, biaya yang dipungut OJK itu terbilang terjangkau oleh perusahaan.

"Kenaikan biaya ini mungkin tak berdampak terhadap minat perusahaan melakukan aksi korporasi. Minat perusahaan melakukan penawaran saham perdana alias IPO lebih dipengaruhi kondisi global serta daya serap investor," katanya di Jakarta, Kamis (23/11). Namun Rudy menggarisbawahi, pungutan ini dapat meningkatkan profesionalitas dan mempercepat pelayanan OJK.

Disisi lain, Karman Pamurahardjo, Direktur Investment Banking PT Trimegah Securities Tbk (TRIM) mengatakan, pihaknya sedang mengkaji besarnya pungutan OJK itu. "Kami sedang mengkaji, karena setiap biaya yang dibebankan kan pasti ada timbal baliknya. Selama dampaknya positif seharusnya tidak masalah," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×