kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45670,77   -28,01   -4.01%
  • EMAS926.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Ini pembeli siaga saham baru Intikeramik Alamasri Industri (IKAI)


Senin, 18 November 2019 / 22:12 WIB
Ini pembeli siaga saham baru Intikeramik Alamasri Industri (IKAI)
ILUSTRASI. Pekerja mengepak ubin porselen AQVA dari Essenza di pabrik PT. Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) di Jatiuwung, Tanggerang, Banten (2/1). Essenza mengekspor ubin porselen ke salah satu mall di Korea Selatan yang dikembangkan oleh POSCO dengan nilai

Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) menambah modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) alias private placement akan segera dilaksanakan pada 27 November 2019.

Perusahaan ini akan menerbitkan 1,2 miliar saham baru di harga Rp 140. Harga ini lebih tinggi dari Senin (18/11) di Rp 138 per saham. Ini artinya perusahaan ini akan meraih dana segar Rp 168 miliar.

Baca Juga: Industri keramik tingkatkan kapasitas produksi di kuartal III

Direktur Utama Intikeramik Alamasri Industri Teuku Johas Raffli dalam keterbukaan informasi di BEI mengatakan, saham baru tersebut akan dibeli oleh PT Wandervale Holdings Limited.

"Wandervale Holdings adalah salah satu pemegang saham perusahaan dengan jumlah kepemilikan sebesar 11,85% sebelum pelaksanaan private placement," ujar dia, Senin (18/11). 

Perusahaan ini memilih menerbitkan saham baru melalui pihak terafiliasi karena akan lebih cepat dalam proses uji tuntas. Berbeda jika dengan pihak terafiliasi yang memerlukan persyaratan sangat ketat dari para investor.

Baca Juga: Gelar rights issue, Intikeramik ekspansi ke bisnis hotel

Alasan lain adalah lebih mudah serta fleksibel untuk memperoleh tambahan dana kas untuk ekspansi IKAI.

Usai aksi ini, maka kas setara kas IKAI akan meningkat dari Rp 6,65 miliar menjadi Rp 176 miliar. Sedangkan aset naik menjadi Rp 1,44 triliun dari Rp 1,27 triliun. 

Baca Juga: Intikeramik Alamasri Industri (IKAI) kembali operasikan produksi anak usaha

 




TERBARU

Close [X]
×