kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45908,54   -10,97   -1.19%
  • EMAS1.350.000 -0,95%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ini Bocoran Skema Merger Garuda Indonesia (GIAA), Citilink dan Pelita Air


Selasa, 22 Agustus 2023 / 15:52 WIB
Ini Bocoran Skema Merger Garuda Indonesia (GIAA), Citilink dan Pelita Air
ILUSTRASI. Kementerian BUMN tengah menyusun rencana untuk menggabungkan alias merger perusahaan maskapai logistik


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah menyusun rencana untuk menggabungkan alias merger perusahaan maskapai logistik. Langkah ini dilakukan demi efisiensi di sektor logistik.

Pemerintah Indonesia di bawah naungan Kementerian BUMN memiliki tiga maskapai penerbangan, yakni PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), PT Citilink Indonesia dan PT Pelita Air Service.

Seperti yang diketahui, Citilink Indonesia merupakan anak usaha Garuda Indonesia di segmen Low-Cost Carrier (LCC). Sementara Pelita Air adalah entitas usaha PT Pertamina (Persero) di sektor penerbangan.

Wakil Menteri BUMN I Kartika Wirjoatmodjo menuturkan nantinya Pelita Air akan masuk dalam bagian keluar besar Garuda Indonesia dengan bergabung PT Citilink Indonesia.

Baca Juga: Erick Thohir: Pelita Air, Citilink, Garuda (GIAA) Merger Untuk Menekan Biaya

"Pelita Air pindah ke Citilink, jadi semua di bawah Garuda. Tapi Citilink akan kami restrukturisasi karena ada utang dengan Pertamina," jelas pria yang akrab dipanggil Tiko saat ditemui di Jakarta belum lama ini.

Untuk detail pola pemindahan Pelita Air ke Citilink masih dalam tahap diskusi. Tiko bilang pihaknya sedang berdialog dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).  

"Kalau disetujui Kemenhub kita akan pindahkan linsey dan pesawatnya saja, tidak ada pindah PT. Nanti Citilink akan punya dua lisensi, yang LCC dan medium to premium," ucap dia.

Jika rencana ini berhasil dieksekusi, Citilink akan tetap difokuskan untuk menggarap pasar LCC. Pelita Air merambah pangsa pasar medium to premium dan Garuda Indonesia di kelas premium.

Tiko menilai ketimbang bersaing di pasar LCC, Pelita Air masih punya potensi yang besar di segmen medium to premium. Untuk itu dia berencana untuk terus membesarkan Pelita Air.

 

"Citilink di LCC agak berat bersaing dengan Lion Air secara cost structure kalah. Jadi lebih baik kami besarkan Pelita dan Garuda di segmen medium to premium karena marginnya tebal," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×