Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun bergerak di kisaran 5,25% pada hari Rabu (30/9), bertahan di dekat level tertinggi sejak 2007 seiring para investor mencermati sejumlah data ekonomi.
Seperti dikutip Tradingeconomics, Rabu (30/9), indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) naik 0,3% pada bulan Agustus, di bawah ekspektasi sebesar 0,4%. Sementara PCE inti meningkat 0,2%, juga di bawah perkiraan.
Secara tahunan, inflasi PCE utama tercatat sebesar 3,4%, lebih rendah dari perkiraan 3,7%. Sementara itu, data final PDB kuartal kedua menunjukkan ekonomi AS tumbuh 2,2%, naik dari estimasi awal sebesar 1,5%.
Sedangkan laporan ADP menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja sektor swasta melampaui ekspektasi pada bulan September.
Imbal hasil obligasi tetap tinggi di tengah inflasi yang terus dipicu oleh harga energi, ekonomi yang tangguh, serta sinyal hawkish dari The Federal Reserve (The Fed) yang memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan.
Namun, Presiden The Fed New York, John Williams, menyatakan bahwa Federal Reserve tidak perlu terburu-buru menaikkan suku bunga lagi setelah kenaikan yang dilakukan awal bulan ini. Saat ini, pasar memperhitungkan peluang kurang dari 40% untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Oktober.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












