kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.524   24,00   0,14%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Inflasi dan penjualan ritel Inggris naik, poundsterling menguat terhadap yen


Kamis, 18 Juli 2019 / 20:46 WIB


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data ekonomi Inggris menghijau meski persoalan Brexit belum usai. Pergerakan poundsterling pun menguat terhadap yen. Mengutip Bloomberg di pasar spot, pasangan mata uang GBP/JPY tercatat naik 0,27% ke 134,576. 

Analis Astronacci International Anthonius Edyson mengatakan, data ekonomi Inggris berhasil menyokong minat investor pada poundsterling. Kamis (17/7), tingkat inflasi tahunan Inggris stabil di 2% untuk periode Juni 2019 dan sesuai dengan ekspektasi. 

Data ekonomi Inggris kembali positif, Jumat (18/7) data penjualan ritel di periode Juli 2019 tercatat naik 1% melebihi ekspektasi pasar yang turun 0,3% dan data sebelumnya yang turun 0,6%. 

Sementara, yen tak kuat menahan tekanan dari penguatan poundsterling. "Data ekspor Jepang yang kembali menurun direspons negatif oleh pelaku pasar," kata Edyson, Kamis (18/7). 

Mengutip Reuters, Departemen Keuangan Jepang melaporkan angka ekspor Juni turun 6,7% dari tahun sebelumnya. Penurunan ekspor ini terseret oleh penurunan penjualan kapal tanker, suku cadang mobil China dan pipa baja.

Secara teknikal, Edyson menganalisis ada peluang pasangan mata uang GBP/JPY kembali naik ke area resistance terdekat sebagai bentuk koreksi dari tren bearish sebelum melanjutkan tren. 

Edyson merekomendasikan sell on strength untuk pairing ini dengan rentang support 132,35-133,91 dan resistance 137,90-139,08. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×