kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.561.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 17.960   33,00   0,18%
  • IDX 5.864   -79,24   -1,33%
  • KOMPAS100 761   -9,05   -1,18%
  • LQ45 590   -4,50   -0,76%
  • ISSI 201   -3,89   -1,90%
  • IDX30 329   -2,36   -0,71%
  • IDXHIDIV20 423   -1,46   -0,34%
  • IDX80 87   -0,86   -0,97%
  • IDXV30 116   -0,59   -0,51%
  • IDXQ30 108   -0,38   -0,35%

Induk Usaha PACK Dikabarkan Akuisisi 80% Saham Gunbuster Nickel, Ini Dampak ke Saham


Kamis, 15 Oktober 2026 / 18:26 WIB
Induk Usaha PACK Dikabarkan Akuisisi 80% Saham Gunbuster Nickel, Ini Dampak ke Saham
ILUSTRASI. Pergerakan IHSG (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. CNGR Advanced Material Co., selaku induk usaha PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) melalui PT Eco Energi Perkasa, dikabarkan tengah menjajaki pembelian 80% saham PT Gunbuster Nickel Industry (GNI). 

Potensi transaksi dapat terlaksana setelah proses restrukturisasi smelter tersebut rampung pada awal 2027.  Meski demikian, informasi dari sumber Bloomberg bilang negosiasi masih berlangsung dan belum ada kepastian kesepakatan akan terwujud.

Namun, apabila akhirnya terealisasi, kesepakatan ini akan menempatkan CNGR sebagai pesaing raksasa industri sekaligus sesama perusahaan China, Tsingshan Holding Group Co., di Indonesia.

Baca Juga: Saham Telekomunikasi dan Menara Rontok, Saham Saham Rekomendasi Analis

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mengatakan langkah ini berpotensi menjadi sentimen positif bagi PACK karena menunjukkan ekspansi strategis CNGR untuk memperkuat integrasi bisnis nikel, mulai dari pengolahan hingga material baterai. Namun, perlu diingat bahwa rencana akuisisi masih dalam tahap awal.

"Secara strategis, berpotensi positif karena dapat memperkuat posisi CNGR di industri nikel Indonesia, meningkatkan sinergi rantai pasok, dan membuka peluang efisiensi operasional," kata Alrich kepada Kontan, Kamis (15/10/2026).

Alrich juga mengingatkan dampaknya terhadap PACK tidak otomatis langsung tercermin dalam pendapatan maupun laba. Investor perlu melihat apakah transaksi tersebut melibatkan PACK secara langsung atau hanya dilakukan oleh induk usahanya, serta bagaimana manfaat ekonominya diteruskan kepada perseroan.

Dus, investor sebaiknya tidak hanya berpatokan pada rumor akuisisi, tetapi juga memperhatikan keterbukaan informasi resmi, struktur transaksi, sumber pendanaan, serta potensi kontribusinya terhadap kinerja PACK. 

Pada semester I-2026, PACK membukukan pendapatan Rp 213 miliar dan laba bersih Rp 190,7 miliar. Namun, margin operasional masih perlu dicermati karena laba tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kekuatan profitabilitas bisnis inti.

Secara fundamental, prospek PACK menarik untuk dipantau seiring pengembangan bisnis nikel dan potensi sinergi dengan CNGR. Namun, dari sisi investasi, Alrich menyarankan pendekatan yang selektif karena realisasi transaksi, valuasi saham, dan keberlanjutan laba masih menjadi faktor penentu.

Secara terpisah, Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama berpendapat prospek PACK cukup menarik untuk dicermati karena rencana akuisisi GNI menunjukkan potensi ekspansi bisnis CNGR di industri nikel Indonesia. 

Baca Juga: Laba Bersih SMGR Diproyeksi Melonjak 164% pada 2026, Simak Prospeknya

Namun, saat ini pembicaraan masih bersifat awal dan belum ada kepastian transaksi, sehingga dampaknya terhadap PACK masih perlu dilihat lebih lanjut.

Adapun jika terealisasi, akuisisi ini berpotensi memberikan sentimen positif bagi PACK melalui penguatan ekosistem bisnis nikel grup, potensi sinergi operasional, dan perluasan kapasitas pengolahan. 

"Meski demikian, dampak langsung terhadap pendapatan dan laba PACK tidak otomatis terjadi karena bergantung pada struktur transaksi, hubungan kepemilikan, serta kontribusi bisnis yang nantinya masuk ke perusahaan tercatat," tambah Elandry.

Maka dari itu, Elandry menyarankan investor sebaiknya tidak hanya mengejar momentum berita atau market sentiment jangka pendek. Perlu dicermati realisasi transaksi, penyelesaian restrukturisasi utang GNI, kondisi operasional smelter, serta keterbukaan informasi resmi. 

Apalagi, valuasi PACK juga perlu diperhitungkan mengingat harga saham sudah mengalami kenaikan signifikan dalam setahun terakhir. Jadi, tetap disiplin mengelola risiko dan tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan rumor akuisisi.

Untuk target harga jangka panjang, Alrich belum menetapkan angka spesifik tanpa valuasi fundamental dan namun secara teknikal, selama bertahan di atas support Rp 384 masih terdapat peluang second rally dengan target Rp 640 dan Rp 800.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×