kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Indosurya tetapkan kupon MTN sebesar 12,25%


Sabtu, 07 Desember 2013 / 08:23 WIB
Desmond Silitonga


Reporter: Wahyu Satriani | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Tren suku bunga tinggi ikut mengerek kupon surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN). PT Indosurya Inti Finance, salah satunya yang  menawarkan MTN dengan kupon tinggi hingga 12,25%.

MTN tersebut diterbitkan senilai Rp 51,8 miliar. Instrumen ini memiliki tenor satu tahun dan akan jatuh tempo 4 Desember 2014. Analis Millenium Danatama Asset Management, Desmon Silitonga mengatakan, kupon tersebut relatif wajar dibandingkan dengan yield surat utang negara (SUN) bertenor satu tahun yang saat ini berada di kisaran 7,3%-7,4%. Jenis instrumen MTN yang tidak likuid mengakibatkan investor meminta kupon yang lebih tinggi. "Apalagi bisnis pembiayaan dalam beberapa tahun ke depan belum terlalu baik," kata Desmon, Jumat (6/12).

Menurut Desmon, tingginya kupon disebabkan oleh tren suku bunga yang cenderung tinggi. Selain itu, nilai tukar rupiah yang terus melemah serta persepsi pasar dan investor terhadap emiten yang mmengeluarkan MTN juga ikut mempengaruhi penetapan kupon. Faktor-faktor tersebut memang tidak menguntungkan bagi emiten penerbit. Sehingga emiten memberikan kupon tinggi dengan harapan MTN tersebut akan diserap. "Kupon yang tinggi juga menunjukkan ekspektasi risiko ke depan juga meningkat," ujar dia.

Kenaikan suku bunga juga mengakibatkan rentang biaya dana atau cost of fund  alternatif sumber pendanaan emiten semakin menipis. Menurut Desmon, sepanjang kuartal I tahun ini sumber pendanaan melalui surat utang digemari emiten karena lebih murah ketimbang pembiayaan perbankan. Namun kini tren cost of fund dari surat utang sudah meningkat. Sementara, emiten bisa melakukan negosiasi bunga apabila menggunakan pembiayaan perbankan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×