kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.075   -8,00   -0,04%
  • IDX 6.143   51,39   0,84%
  • KOMPAS100 806   9,48   1,19%
  • LQ45 614   7,74   1,28%
  • ISSI 212   1,93   0,92%
  • IDX30 346   4,21   1,23%
  • IDXHIDIV20 426   3,80   0,90%
  • IDX80 92   1,07   1,17%
  • IDXV30 116   0,49   0,43%
  • IDXQ30 111   1,29   1,18%

Indonesia Transport & Infrastructure membukukan kerugian US$ 6,76 juta pada 2017


Kamis, 26 April 2018 / 14:35 WIB
ILUSTRASI. terminal b a t u b a r a PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk IATA


Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk (IATA) mencatat rugi bersih sebesar US$ 6,76 juta pada tahun 2017. Nilai kerugian itu menurun jika dibandingkan dengan tahun 2016 yang sebesar US$ 10,99 juta.

Sementara itu, pendapatan IATA pada tahun lalu tercatat US$ 16,10 juta, turun 1,04% dari tahun 2016 yang sebesar US$ 16,27 juta.

Managing Director PT Indonesia Transport & infrastructure Tbk Wishnu Handoyono menilai, penurunan pendapatan dikarenakan titik perekonomian turun yang menyebabkan para prospek pelanggan eksisting mengurangi pemakaian pesawat.

“Pada bisnis batubara, harga batubara tahun 2017 lalu sempat turun di angka sekitar US$ 60 per metrik ton,” kata Wishnu Kamis (26/4).

Sekadar informasi, bisnis IATA berfokus pada penerbangan privat atau pesawat carter bernama Indonesia Air. IATA juga mempunyai anak perusahaan MNC Infratama yang mengembangkan fasilitas terminal batubara berupa pelabuhan batubara dan jalan raya pertambangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×