kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.324.000 1,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Indonesia Prima Property (OMRE) Alokasikan Capex Rp 23 Miliar pada Tahun Ini


Sabtu, 01 Juli 2023 / 16:51 WIB
Indonesia Prima Property (OMRE) Alokasikan Capex Rp 23 Miliar pada Tahun Ini
ILUSTRASI. Indonesia Prima Property (OMRE) menyiapkan capex Rp 23 miliar untuk revitalisasi properti tahun ini.


Reporter: Aris Nurjani | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indonesia Prima Property Tbk (OMRE) menyiapkan alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) di 2023 sebesar Rp 23 miliar untuk revitalisasi properti.

Direktur Utama OMRE Husni Ali mengatakan, mayoritas belanja modal tersebut digunakan untuk revitalisasi properti di Bandung, Jakarta, dan Surabaya.

"Dana capex memang diperuntukkan bagi renovasi karena umur properti kami sudah cukup lama sehingga harus ada peremajaan yang terus dilakukan dan bertahap," kata Husni dalam paparan publik, Selasa (27/6).

Husni menambahkan, revitalisasi ini dilakukan secara bertahap dan dilakukan secara rutin setiap tahun. Sehingga revitalisasi ini tidak perlu menutup operasional baik di hotel dan mall.

Baca Juga: Ada 27 Emiten Akan Rights Issue dengan Target Dana Rp 16,3 Triliun

Renovasi Plaza Parahyangan Mall masih terus berproses. Blok M Mall masih berfokus untuk menjadi bursa penjualan mobil bekas dan onderdil. OMRE juga merenovasi bagian lobi Grand Tropic Suite hotel untuk terlihat lebih segar serta merenovasi ruang pertemuan untuk meningkatkan bisnis.

Selanjutnya, Indonesia Prima Property akan memprioritaskan untuk meningkatkan long lease bisnis di Puri Casablanca dan merenovasi seluruh aspek-aspek keselamatan dan fasilitas-fasilitas di dalam Hotel Novotel Surabaya.

Husni berharap kinerja OMRE akan kembali ke periode sebelum tahun 2019 dengan berakhirnya pandemi covid-19 dan kembalinya roda perekonomian serta revitalisasi properti yang dilakukan.

 

"Target pendapatan tahun ini tidak terlalu banyak berubah, kami berusaha sustain seperti di 2022 atau bisa kembali ke tahun 2019 sebelum pandemi," tutur dia.

Menurut Husni, tantangan yang dihadapi OMRE yaitu meningkatnya kewajiban (liabilitas). Pandemi covid-19 menyebabkan turunnya pendapatan dan masih lemahnya permintaan pada segmen hunian vertikal (apartemen).

"Kalau pemilu lancar kami berharap sektor properti dapat kembali normal lebih cepat," pungkas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet Using Psychology-Based Sales Tactic to Increase Omzet

[X]
×