kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Indonesia Pondasi Raya (IDPR) dapat suntikan dana dari komisarisnya


Rabu, 29 Januari 2020 / 15:29 WIB
Indonesia Pondasi Raya (IDPR) dapat suntikan dana dari komisarisnya
ILUSTRASI. Perusahaan konstruksi properti dan infrastruktur, PT Indonesia Pondasi Raya Tbk atau IDPR alias Indopora

Reporter: Benedicta Prima | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Komisaris PT Indonesia Pondasi Raya Tbk (IDPR) Manuel Djunako menambah kepemilikan saham IDPR.

Pada tanggal 23 Januari-24 Januari 2020 Manuel Djunako membeli 513.800 saham dengan harga pembelian rata-rata Rp 365 per saham. Dus, Manuel menyetor tambahan dana sebesar Rp 187,64 juta. 

Adapun, harga saham IDPR saat ini bergerak di level Rp 374. 

Baca Juga: Indonesia Pondasi (IDPR) cetak penurunan laba 66,58% di kuartal III 2019

Dengan transaksi tersebut, Manuel menguasai 83,85% saham IDPR dari yang sebelumnya 83,83%. 

Sekadar informasi, pada laporan keuangan kuartal III-2019 IDPR memiliki jumlah ekuitas sebanyak Rp 1,22 triliun. Jumlah tersebut terdiri dari modal ditempatkan dan disetor penuh sebanyak Rp 200,3 miliar, tambahan modal disetor Rp 341,06 miliar, saldo laba dicadangkan sebesar Rp 40,1 miliar dan yang belum dicadangkan Rp 621,28 miliar, imbalan kerja Rp 11,68 miliar dan kepentingan non-pengendali Rp 4,04 miliar. 

Pada kuartal III-2019, jumlah saham Manuel Djunako di perusahaan masih tercatat sebanyak 1,66 juta saham atau menguasai 83,17%. 

Lebih lanjut, pada periode yang sama modal dari kepentingan non pengendali berasal dari PT Rekacipta Indonesia Raya sebanyak Rp 1,47 miliar, PT Suryahimsa Investama raya sebanyak RP 489,08 juta, Febian sebanyak Rp 489,08 juta dan Wahjudi Tjondro Widjaja sebanyak Rp 701,35 miliar. 

Adapun rasio utang bersih perusahaan terhadap ekuitas pada kuartal III-2019 sebesar 41,18%. Dengan rincian utang bersih sebesar Rp 501,74 miliar dan ekuitas sebesar Rp 1,22 triliun. 

Baca Juga: Indonesia Pondasi (IDPR) sambut baik penurunan suku bunga

Jumlah utang bersih berasal dari utang usaha sebesar Rp 112,42 miliar, beban masih harus dibayar Rp 3,33 miliar, utang bank Rp 433,1 miliar dan utang pembiayaan konsumen Rp 29,6 miliar. Apabila ditotal jumlah pos tersebut mencapai Rp 578,45 miliar. Namun perusahaan memiliki kas dan setara kas Rp 76,72 miliar. 




TERBARU

Close [X]
×