kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.868   22,00   0,13%
  • IDX 8.966   29,73   0,33%
  • KOMPAS100 1.238   8,41   0,68%
  • LQ45 873   4,96   0,57%
  • ISSI 326   2,29   0,71%
  • IDX30 443   3,28   0,75%
  • IDXHIDIV20 523   5,75   1,11%
  • IDX80 138   0,99   0,72%
  • IDXV30 145   1,38   0,96%
  • IDXQ30 142   1,46   1,04%

Indofarma masuk ke bisnis infus


Selasa, 19 Desember 2017 / 20:56 WIB
Indofarma masuk ke bisnis infus


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indofarma Tbk (INAF) bakal masuk dalam bisnis produksi cairan infus. Hal ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian pembentukan joint venture (JV) bersama dua perusahaan lainnya.

Keduanya adalah, Sungwun Pharmacopia Co.Ltd dan PT Baruna Energi Lestari. Sungwun merupakan perusahaan farmasi asal Korea Selatan. Sedangkan Baruna merupakan perusahaan lokal yang bergerak di sektor energi.

"Baruna akan menjadi pemegang mayoritas JV tersebut," ujar Rusdi Rosman, Direktur Utama INAF, Selasa (19/12).

Baruna menjadi pemegang saham mayoritas lantaran memiliki modal lahan. Porsi saham dalam JV itu sekitar 60%. Sementara, INAF memiliki porsi 20% hingga 30%. INAF memiliki modal jaringan pemasaran.

Sementara, sisa porsi sahamnya akan dipegang oleh Sungwun yang memiliki teknologi. Sejatinya, banyak produsen infus selain Sungwun. "Tapi, Sungwun yang paling efisien," imbuh Rusdi.

Setelah JV terbentuk, pabrik akan didirikan di Makassar. Pengerjaannya akan dimulai April tahun depan. Diharapkan, April 2019 pabrik JV itu bisa beroperasi penuh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×