kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Indika Energy (INDY) Dirikan Anak Usaha Baru di Bidang Kendaraan Listrik


Selasa, 16 Mei 2023 / 10:40 WIB
Indika Energy (INDY) Dirikan Anak Usaha Baru di Bidang Kendaraan Listrik


Reporter: Aris Nurjani | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indika Energy Tbk. (INDY) mendirikan anak usaha baru bernama PT Kalista Nusa Armada (KNA) yang bergerak dalam bidang penyewaan dan perdagangan kendaraan listrik, serta pengoperasian instalasi penyediaan tenaga listrik.

Sekretaris Perusahaan INDY Adi Pramono mengatakan melalui PT Solusi Mobilitas Indonesia (SMI) dan PT Indika Energy Infrastructure (IEI) resmi mendirikan Kalista Nusantara Armada (KNA) pada 11 Mei 2023. Adapun, SMI mengendalikan sebanyak 99,99% saham KNA, dan saham sisanya dipegang IEI.

“Penyertaan saham SMI dan IEI dalam KNA merupakan kelanjutan langkah INDY secara grup untuk melakukan ekspansi usaha di sektor kendaraan listrik, khususnya di pasar business-to-business di Indonesia,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (16/5).

Sebagai informasi, KNA akan melakukan kegiatan usaha penyewaan kendaraan listrik roda dua, roda empat atau lebih, perdagangan sepeda motor baru, bekas, suku cadang dan aksesorinya, serta pengoperasian instalasi penyediaan tenaga listrik.

Baca Juga: Resesi Ancam Ekonomi AS, Sritex (SRIL) Dorong Pengalihan Pasar Ekspor

Pada kuartal I-2023, PT Indika Energy Tbk (INDY) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 21,47% menjadi US$ 58,92 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 75,04 juta.

Meski demikian, pendapatan INDY naik 9,15% menjadi US$ 906,83 juta dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 830,79 juta. Berdasarkan segmen operasinya, pendapatan sumber daya energi mendominasi dengan kontribusi sebesar US$ 823,94 juta. 

Dari sisi, beban pokok kontrak dan penjualan INDY tercatat sebesar US$ 707,74 juta atau naik 24,16% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 570,02 juta. 

Peningkatan beban pokok ini sebagian besar diakibatkan oleh naiknya royalti yang harus dibayarkan INDY hingga 183,78% dari US$ 88,6 juta di kuartal I-2022, menjadi US$ 251,6 juta di kuartal I- 2023.

Hingga akhir Maret 2023, total nilai aset INDY sebesar US$ 3,64 miliar. Liabilitas perseroan tercatat sebesar US$ 2,27 miliar dan ekuitas turun menjadi US$ 1,37 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×