kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Indika diisukan kuasai 100% saham Kideco


Minggu, 27 Agustus 2017 / 08:47 WIB


Reporter: Yuwono Triatmodjo | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - PT Indika Energy Tbk (INDY) diterpa rumor panas. Emiten tersebut dikabarkan berencana memperbesar porsi kepemilikan di anak usahanya PT Kideco Jaya Agung (Kideco).

Sumber KONTAN membisikkan, ada sas sis sus soal rencana INDY memguasai sepenuhnya Kideco. "INDY akan menguasai 100% saham Kideco," tutur sumber KONTAN, Rabu (23/8).

Rumor tersebut yang konon menjadi bahan bakar kenaikan saham INDY dalam beberapa waktu terakhir. Namun tidak ada penjelasan detail terkait latar belakang serta nilai aksi korporasi tersebut.

Adapun total aset bersih Kideco hingga akhir kuartal I-2017 tercatat senilai US$ 321,84 juta. Dari jumlah tersebut, INDY memiliki porsi kepemilikan 46%. Sementara 51% saham Kideco dikuasai Samtan Co. Ltd., perusahaan asal Korea Selatan.

Sebagai tambahan, kas dan setara kas INDY hingga akhir semester I-2017 mencapai US$ 227,36 juta.

Namun kabar tersebut lekas dibantah Direktur Utama Indika Energy, Arsjad Rasjid. "Partnership kami dengan pemegang saham lainnya sudah berjalan lebih dari 13 tahun, dan kami sangat respect dengan mereka dan bekerja sama dengan baik," ucap Arsjad kepada KONTAN, Jumat (25/8).

Arsjad menambahkan, batubara merupakan sumber daya energi dengan harga yang paling murah dan juga menjadi sumber energi penting di Indonesia. "Kami akan tetap memiliki Kideco, bersama pemegang saham lainnya, untuk melakukan continuous improvement terhadap operasi perusahaan dengan biaya terendah di indonesia," imbuh Arsjad.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×