kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45697,73   -32,02   -4.39%
  • EMAS946.000 -1,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Indeks S&P 500 dan Nasdaq pecahkan rekor baru, harapan stimulus China jadi biangnya


Rabu, 19 Februari 2020 / 23:10 WIB
Indeks S&P 500 dan Nasdaq pecahkan rekor baru, harapan stimulus China jadi biangnya
ILUSTRASI. FILE PHOTO: Traders work on the floor of the New York Stock Exchange (NYSE) in New York, U.S., October 12, 2018. REUTERS/Brendan McDermid/File Photo

Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks S&P 500 dan Nasdaq mencapai level tertinggi baru pada perdagangan Rabu (19/2). Terangkat oleh tanda-tanda melambatnya penyebaran virus corona dan harapan bahwa China akan mengambil beragam cara untuk memulihkan perekonomian.

Melansir Reuters, pukul 9:49 waktu setempat, Dow Jones Industrial Average naik 0,29% menjadi 29.316,60 dan S&P 500 naik 0,46% menjadi 3.385,73. Sementara, indeks Nasdaq Composite naik 0,71% ke level 9.801,65.

Baca Juga: Nasdaq menembus rekor tertinggi di awal perdagangan, Rabu (19/2)

Sebagai informasi, jumlah kasus virus corona turun untuk hari kedua berturut-turut di China meskipun pejabat kesehatan global memperingatkan itu terlalu dini. Banyak yang melihat data resmi dengan skeptis.

Di sisi lain, China diperkirakan akan memangkas suku bunga pinjaman pada hari Kamis (20/2) karena berusaha membatasi dampak dari penutupan bisnis dan pembatasan perjalanan akibat virus corona.

"Ada pembicaraan bahwa bank sentral China akan memangkas suku bunga jangka pendek malam ini karena mereka mencoba untuk merangsang ekonomi ... dan itulah sebabnya pasar ekuitas diperdagangkan sedikit lebih tinggi," kata John Brady, senior vice president di R.J. O'Brien & Associates di Chicago.

Baca Juga: Kampanye AS: Jika terpilih, Michael Bloomberg akan menjual perusahaannya

Langkah-langkah stimulus China baru-baru ini, kepercayaan terhadap ekonomi AS, dan harapan bahwa kerusakan dari wabah akan berumur pendek telah memicu reli Wall Street dalam beberapa pekan terakhir.

"Pasar tentu percaya bahwa dampak ekonomi terburuk akan terasa pada kuartal pertama," kata Brady, menambahkan bahwa semakin buruk data ekonomi kuartal pertama, semakin kuat bouncing berbentuk v dalam dua kuartal berikutnya.




TERBARU

Close [X]
×