kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.871   28,00   0,17%
  • IDX 8.219   -46,79   -0,57%
  • KOMPAS100 1.159   -9,20   -0,79%
  • LQ45 830   -8,91   -1,06%
  • ISSI 295   -1,13   -0,38%
  • IDX30 433   -3,16   -0,73%
  • IDXHIDIV20 517   -3,83   -0,74%
  • IDX80 129   -1,09   -0,83%
  • IDXV30 143   -0,18   -0,13%
  • IDXQ30 140   -1,43   -1,02%

Indeks saham syariah memerah, simak rekomendasi dari dua analis ini


Kamis, 09 Januari 2020 / 22:34 WIB
Indeks saham syariah memerah, simak rekomendasi dari dua analis ini
ILUSTRASI. Petugas memantau grafik pergerakan penjualan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Dealing Room Divisi Tresuri BNI, Jakarta, Jumat (27/9/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 33,45 poin atau 0,54% ke 6.196,89. ANTARA FOTO/Muhammad Adim


Reporter: Kenia Intan | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham-saham syariah melemah sejak awal tahun hingga hari ini, Kamis (9/1). Berdasar data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), kinerja indeks saham-saham syariah tercatat terkoreksi lebih dalam dibandingkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menurun 0,40% year to date (ytd).

Adapun indeks saham syariah seperti Jakarta Islamic Index (JII) mencatatkan koreksi hingga 0,96% year to date (ytd),  Indonesia Sharian Stock Index (ISSI) menurun 1,37%, dan JII70 yang memerah 1,05%.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama menjelaskan, pelemahan yang terjadi pada saham-saham syariah dipengaruhi oleh ketegangan yang terjadi di Timur Tengah.

"Eskalasi konflik antara Washington dengan Teheran menyebabkan terjadinya pelemahan pada JII," kata Nafan ketika dihubungi Kontan.co.id, Kamis (9/1).

Baca Juga: Analis prediksi IHSG bisa tembus 6.800 hingga akhir tahun 2020

Lebih lanjut ia menjelaskan, eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah sudah mereda, maka saham-saham dalam sektor tersebut akan menjadi lebih defensif.

Sementara, Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony mengatakan pergerakan saham-saham syariah memang lebih volatile dibandingkan IHSG.

Hal ini dikarenakan IHSG mempunyai pengaruh dari saham-saham lainnya. Akan tetapi, menurutnya, hal ini masih tergolong wajar.

"Beberapa perusahaan dengan fundamental yang murah boleh diakumulasi beli," kata Chris ketika dihubungi Kontan.co.id, Kamis (9/1).

Meskipun kinerjanya tengah lesu, Nafan masih merekomendasikan beberapa saham syariah seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan akumulasi beli di target harga jangka pendek maupun jangka panjang pada level 915 dan 1.230.

Baca Juga: Reksadana fixed income diramal bakal kembali jadi jawara tahun ini, ini pendorongnya

PT Astra International Tbk (ASII) disarankan untuk akumulasi beli dengan target harga jangka menengah maupun panjang di level Rp 7.600. Ia juga menyarankan untuk akumulasi PT Bumi Serpong Tbk (BSDE) dengan estimasi target harga jangka menengah maupun jangka panjang pada level 7.600.

Selain itu, Nafan juga merekomendasikan PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Matahari Department Store Tbk (LPPF),  PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT PP (Persero) Tbk (PTPP), PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).

Asal tahu saja, sepanjang tahun 2019 indeks saham syariah mencatatkan kinerja yang moncer, Misalnya, Jakarta Islamis Index (JII) tercatat naik 1,88%, indeks Indonesia Sharia Stock Index (ISSI) naik 2,03%, dan indeks Jakarta Islamic Index 70 (JII70) naik 2,56%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×