kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Indeks reksadana pendapatan naik karena faktor ini


Rabu, 25 Januari 2017 / 19:30 WIB


Reporter: Petrus Sian Edvansa | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Indeks reksadana pendapatan tetap yang tercermin dari Infovesta Fixed Income Fund Index (IRDPT) tercatat masih konsisten menghijau di awal tahun ini. Secara year to date per 24 Januari 2016 saja, IRDPT sudah mencatatkan kenaikan sebesar 1,41%.

Banyak pihak melihat, kenaikan indeks reksadana pendapatan tetap ini dipengaruhi oleh harga obligasi yang juga konsisten menanjak. Memang, berdasarkan data dari Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA), indeks komposit obligasi Indonesia (ICBI) sudah merangkak naik sebesar 2,08% pada periode yang sama.

Direktur Bahana TCW Investment Management Soni Wibowo mengatakan, wajar jika harga obligasi terkerek di tengah banyak pihak yang mulai menyangsikan kebijakan Donald Trump sebagai presiden ke-45 Amerika Serikat (AS). Apalagi, memang di dalam negeri masih diselimuti sentimen positif terhadap pasar surat utang.

“Inflasi yang tetap rendah dan suku bunga yang diperkirakan tak akan berubah membuat obligasi menjadi semakin menarik,” kata dia.

Sementara itu, Direktur Investasi Sucorinvest Asset Management Jemmy Paul Wawointana melihat, terangkatnya IRDPT disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu penguatan nilai tukar rupiah dan aksi beli yang dilakukan oleh investor asing di pasar obligasi sekunder.

Kedua hal inilah yang menurut Jemmy lantas mengerek harga surat utang negara (SUN) yang kemudian menguatkan indeks reksadana pendapatan tetap.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×