kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.799   18,00   0,11%
  • IDX 8.945   11,20   0,13%
  • KOMPAS100 1.232   5,57   0,45%
  • LQ45 871   6,27   0,72%
  • ISSI 324   1,18   0,37%
  • IDX30 444   0,97   0,22%
  • IDXHIDIV20 521   5,04   0,98%
  • IDX80 137   0,69   0,51%
  • IDXV30 144   1,30   0,91%
  • IDXQ30 142   0,82   0,58%

Indeks LQ45 Bergerak Loyo, Saham Sektor Emas dan Barang Konsumsi Bisa Jadi Penopang


Selasa, 06 Januari 2026 / 13:42 WIB
Indeks LQ45 Bergerak Loyo, Saham Sektor Emas dan Barang Konsumsi Bisa Jadi Penopang
ILUSTRASI. Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja indeks saham LQ45 tercatat masih lesu di sepanjang tahun 2025. Indeks yang berisi saham-saham berkapitalisasi besar dan menjadi acuan utama bagi fund manager global maupun domestik ini hanya membukukan kenaikan 2,41% secara year to date (ytd) hingga akhir perdagangan tahun 2025. 

Capaian tersebut jauh di bawah performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mampu melesat hingga 22,13% di periode sama.

Untuk tahun 2026, Junior Research Analyst Sinarmas Sekuritas Dipta Daniswara menilai saham-saham yang berpotensi menjadi penopang kinerja LQ45 berasal dari sektor emas seperti ANTM dan BUMI serta emiten di sektor barang konsumsi yang defensif.

Baca Juga: Plaza Indonesia Realty (PLIN) Pasang Target Okupansi Mal di Atas 90% pada 2026

Dipta mengatakan sektor emas cenderung mendapat permintaan kuat ketika ketidakpastian global meningkat, sementara saham consumer goods tetap memiliki permintaan stabil. 

"Sebaliknya, saham sektor batubara dan energi diperkirakan tetap menjadi pemberat karena sensitif terhadap pergerakan harga komoditas global dan kondisi pasar energi," kata Dipta kepada Kontan, Senin (5/1/2026) malam.

Selain itu, Dipta juga menerangkan saat ini, bobot Indeks LQ45 didominasi oleh sektor perbankan sebesar 38,9% yang terdiri dari BBCA, BBRI, BMRI, BBNI, dan BBTN, kemudian diikuti oleh saham telekomunikasi dan otomotif seperti TLKM, DSSA, dan ASII. 

Dengan komposisi tersebut, kinerja LQ45 pada 2026 akan sangat mencerminkan sensitivitas sektor perbankan terhadap pertumbuhan ekonomi domestik dan arah kebijakan suku bunga. 

Namun, karena katalis penurunan suku bunga diperkirakan masih terbatas, potensi peningkatan kinerja sektor perbankan juga masih dibayangi berbagai tantangan, sehingga pergerakan indeks cenderung moderat.

Selanjutnya: Sinopsis The Judge Returns & Link Nonton, Drakor Terbaru Januari 2026

Menarik Dibaca: Kim Seon-ho dan Go Youn-jung Siap Beri Kejutan Penggemar di Jakarta

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×