kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Indeks IDMA tumbang ke level terendah 2012


Rabu, 30 Mei 2012 / 12:45 WIB
ILUSTRASI. Suasana Pasar Ikan Modern Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara.


Reporter: Dyah Ayu Kusumaningtyas | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Asing masih menarik dananya dari pasar obligasi Indonesia. Akibatnya, harga obligasi pemerintah semakin terperosok. Hal itu terlihat dari posisi Indeks Dealer Market Association (IDMA) pada penutupan Selasa (29/5) yang jatuh ke level 105,44, dari hari sebelumnya di 106,01. Itu level terendah sepanjang tahun ini.

Harga seri FR0058, benchmark obligasi pemerintah bertenor 20 tahun pada periode yang sama, juga turun menjadi 110,42, dari 110,78 di hari sebelumnya.

Dealer Fixed Income di PT Bank Rakyat Indonesia, Muhammad Ikhsan menyebut, saat ini investor masih cenderung wait and see, sehingga kemungkinan harga terus menurun karena tidak adanya sentimen positif.

"Bahkan secara teknikal, simple moving average memperlihatkan tren pergerakan harga obligasi pemerintah bertenor pendek masih di bawah tren obligasi tenor panjang dengan spread yang melebar," urai Ikhsan, Rabu (30/5).

Nah, posisi tersebut memperlihatkan pasar obligasi masih dalam tren bearish. "Jika tren tenor pendek dan panjang sudah menemukan titik temunya maka akan mengindikasikan golden cross atau kembali bullish," urai Ikhsan.

Sampai akhir pekan ini, Ikhsan memprediksi, tren penurunan masih akan berlanjut mengingat spread antara tenor pendek dan tenor panjang masih lebar. "Untuk seri FR0058, masih ada potensi yield naik sebanyak 5 bps," prediksi Ikhsan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×