kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Indeks diprediksi menguat, simak sejumlah saham pilihan untuk trading besok


Rabu, 26 Desember 2018 / 17:40 WIB
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia


Reporter: Krisantus de Rosari Binsasi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan Rabu(26/12) ditutup melemah 0,58% ke level 6.127.

Analis BCA Sekuritas Achmad Yaki mengatakan, pergerakan IHSG sepanjang hari ini lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal. "Koreksi bursa global dan regional di tengah kekhawatiran shutdown pemerintahan Amerika Serikat dan pelemahan rupiah," ujarnya Rabu (26/12).

Meskipun demikian, Yaki meramalkan indeks bakal berbalik arah pada Kamis (27/12) besok. "Pergerakan indeks pada esok hari akan dibayangi oleh window dressing, penguatan rupiah, rebound bursa global dan harga komoditas," paparnya.

Ia memperkirakan IHSG akan bergerak menguat dengan rentang support di level 6.055 dan resistance di level 6.182.

Yaki juga menyertakan sejumlah saham pilihan untuk trading esok hari antara lain:

1. Beli saham BBCA dengan target harga di level Ro 26.250-Rp 26.575 per saham.

2. Beli saham BBRI dengan target harga di level Rp 3.670-Rp 3.750 per saham.

3. Beli saham BBNI dengan target harga di level Rp 8.775-Rp 9.100 per saham.

4. Beli saham TOWR dengan target harga di level Rp 660-Rp 705 per saham.

5. Beli saham SMBR dengan target harga di level Rp 1.800-Rp 1.890 per saham.

Sementara itu, Analis Semesta Aditya Perdana Putra juga memprediksi indeks berpotesi rebound pada esok hari.

Aditya bilang, pergerakan indeks hari ini dipengaruhi oleh aksi investor yang cenderung wait and see atas pergerakan yang dipengaruhi oleh pasar saham AS yang turun akibat government shutdown dan tekanan Trump terhadap The Fed. "Jadi lebih pada faktor eksternal," terang dia.

Meskipun begitu, ia optimistis indeks bakal kembali menguat pada esok. "Esok hari karena di domestik sudah minim sentimen, jadi pergerakan harga minyak dunia, posisi pasar AS dan sikap Donald Trump akan menjadi concerns investor dan menjadi faktor penggerak bagi indeks," imbuhnya.

Aditya memprediksi indeks akan menguat dengan support di level 6.090 dan resistance di level 6.160.

Ia juga menyarankan agar investor mencermati sejumlah saham pilihan untuk esok hari seperti GGRM, BBNI, BBCA, PTBA, CPIN, dan AKRA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×