kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

INCO siapkan belanja modal US$ 100 juta


Jumat, 11 Maret 2016 / 11:12 WIB


Reporter: Narita Indrastiti | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) memperkirakan tahun ini masih akan menjadi tahun yang berat untuk produsen nikel. Perekonomian China melambat, terbukti dari penurunan pertumbuhan ekonomi dan produksi Industri.

CEO dan Presiden Direktur INCO Nico Kanter, seperti dikutip dalam laporan tahunan perseroan, Kamis (10/3) mengatakan, dengan tingkat konsumsi China yang hampir setengah dari produksi nikel global terutama pada manufaktur baja nirkarat, perlambatan China bakal berdampak signifikan pada permintaan nikel.

Oleh karena itu, perseroan memperkirakan rata-rata tahunan harga nikel di tahun 2016 akan lebih rendah dari rerata tahunan harga nikel pada tahun 2015 lalu. "Strategi perseroan tetap berusaha meningkatkan efisiensi produksi," ujarnya.

INCO pun menjadi berhati-hati dalam menggunakan dana kas. Dengan kondisi harga nikel yang relatif rendah di awal tahun ini, INCO hanya menargetkan belanja modal sebesar US$ 90 juta hingga US$ 100 juta. Nilai belanja modal ini lebih rendah dari realisasi belanja modal tahun lalu yang sebesar US$ 106,4 juta. Belanja itu juga hanya difokuskan untuk produksi perseroan.

Perseroan menargetkan produksi di kisaran 80.000 ton nikel dalam matte, turun dari realisasi produksi perseroan tahun lalu yang sebesar 81.177 ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×