kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45938,92   3,58   0.38%
  • EMAS1.321.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Incar Pertumbuhan Laba Bersih 30%, DCI Indonesia (DCII) Garap Proyek Strategis


Minggu, 29 Januari 2023 / 20:08 WIB
Incar Pertumbuhan Laba Bersih 30%, DCI Indonesia (DCII) Garap Proyek Strategis
ILUSTRASI. DCI Indonesia (DCII) mengincar pertumbuhan laba bersih hingga 30% di 2023.


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten data center, PT DCI Indonesia Tbk mengincar pertumbuhan laba bersih hingga 30% di 2023. Untuk mendorong kinerja emiten berkode saham DCII ini menganggarkan belanja modal sebanyak Rp 500 miliar. 

Presiden Direktur DCI Indonesia Otto Toto Sugiri bilang pihaknya masih konsisten untuk mematok kenaikan kinerja keuangan sebesar 20% dan laba bersih hingga 30%. 

"Kalau bawahnya (laba bersih) bisa tumbuh lebih dari 20% sampai dengan 30%. Jadi lebih banyak efisiensi operasional karena kita banyak efisiensi," kata dia saat ditemui Kontan di Jakarta akhir pekan lalu. 

Baca Juga: Bidik Pendapatan Double Digit, Ini Target DCI Indonesia (DCII) Tahun 2023

Otto menuturkan untuk 2023 ini, DCI Indonesia menyiapkan capital expenditure (capex) sebesar Rp 500 miliar. Kebanyakan akan dipakai untuk membantun data center. 

"Untuk tahun ini kira-kira (capex) Rp 500 miliar, untuk pembangunan data center di Cibitung," ucap dia. 

Dalam master plan, DCII bisa membangun 15 gedung data center di Cibitung. Tapi di tahap awal ini, DCII baru membangun empat sampai lima data center. 

Meski punya kapasitas yang besar, Otto bilang pihaknya tidak terburu-buru untuk membangun banyak data center. Kenaikan suku bunga membuat DCII untuk lebih berhati-hati. 

Baca Juga: DCI Indonesia (DCII) Alokasikan Capex Rp 500 Miliar pada 2023

"Kalau udah ada konsumen, baru kami siapkan anggaran modal. Apalagi dengan tren suku bunga yang naik, kami harus lebih hati-hati," tandasnya. 

Tak hanya itu, DCI Indonesia juga berencana untuk membangun data center di Bintan. Otto bilang data center ini punya kapasitas sekitar 2.000 megawatt (MW). 

Dia menjelaskan proyek anyar ini akan menyasar pangsa pasar Singapura. Untuk pembangunannya, Otto memastikan perseroan akan bekerja sama dan mendapatkan suntikan dana dari Grup Salim. 

"Bintan itu buat kami cukup strategi, kami ambil pangsa pasar di Singapura. (Pendanaan dari Salim) biasanya joint venture. Jadi capex dari mereka dan DCII mengoperasikan," papar Otto. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×