kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Incar Pertumbuhan 20%, Intraco Penta (INTA) Bidik Pendapatan Rp 1,3 Triliun


Kamis, 29 Februari 2024 / 07:25 WIB
Incar Pertumbuhan 20%, Intraco Penta (INTA) Bidik Pendapatan Rp 1,3 Triliun
ILUSTRASI. Intraco Penta (INTA) menargetkan bisa memperoleh pendapatan Rp 1,3 triliun pada 2024.


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Intraco Penta Tbk (INTA) menargetkan bisa memperoleh pendapatan Rp 1,3 triliun pada 2024. Target pendapatan ini tumbuh 20% secara tahunan atau Year on Year (YoY) dari capaian tahun lalu di Rp 1,1 triliun. 

Chief Financial Officer Intraco Penta Willianto Febriansa mengatakan. pihaknya optimistis terhadap prospek industri alat berat di 2024, setelah adanya pasar sebesar 25% di tahun lalu.

“Kami melihat tahun ini akan lebih baik apalagi pemilu sudah selesai sehingga memberikan kepastian bagi dunia usaha," kata dia dalam keterangan resmi, Kamis (29/2). 

Di sisi lain, Willianto menyampaikan beberapa konsumen INTA sudah melakukan perencanaan pembelian barang, termasuk pengadaan alat berat untuk produk. 

Baca Juga: Harga Komoditas Masih Terkoreksi, Pasar Alat Berat Terancam Lesu

Selama ini INTA memiliki dua saluran pembiayaan penjualan yakni melalui lembaga pembiayaan dan cicilan langsung ke pelanggan. Namun pembayar langsung hanya memiliki tenor 12 bulan. 

"Sedangkan pelanggan membutuhkan pembiayaan yang panjang, seperti tenor 24 bulan atau 36 bulan," kata Willianto pria yang juga menjabat sebagai direktur ini. 

Untuk bisa mengejar target pendapatan, INTA tengah meningkatkan porsi pembiayaan melalui perusahaan pembiayaan baik multifinance, bank maupun lembaga keuangan lainnya hingga ke depannya.

Baca Juga: Intraco Penta (INTA) Bidik Kenaikan Penjualan Alat Berat

Adapun saat ini, INTA Group memiliki mitra perusahaan pembiayaan sekitar 30 lembaga. Willianto bilang pihaknya masih akan membuka kesempatan bagi lembaga lain untuk bermitra. 

“Saat ini saja kami sudah mencatat ada rencana pembelian alat berat sekitar Rp 1,2 triliun per Januari 2024 dari belanja modal para pelanggan," ucapnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×