kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Implementasi B35 Mulai Februari 2023, Ini Saham-Saham yang Diuntungkan


Senin, 30 Januari 2023 / 15:21 WIB
Implementasi B35 Mulai Februari 2023, Ini Saham-Saham yang Diuntungkan
ILUSTRASI. Emiten perkebunan mendapatkan sentimen positif di awal tahun ini seiring rencana implementasi B35.ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten perkebunan mendapatkan sentimen positif di awal tahun ini. Hal tersebut didorong dari implementasi program biodiesel B35 pada 1 Februari 2023.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mengatakan, implementasi B35 pastinya dapat berdampak positif untuk emiten perkebunan. Sebab sesuai dengan namanya B35, yang artinya campuran bahan bakar nabati yang berasal dari CPO dengan kadar 35% dan BBM jenis solar 65%.

"Sehingga produk utama dari para emiten CPO dapat diserap dengan baik seiring penerapan tersebut. Terlebih lagi, Indonesia tidak hanya menjadi produsen CPO terbesar di dunia, namun juga konsumen terbesar di dunia sehingga market CPO ada di Indonesia sendiri," ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (30/1).

Baca Juga: Implementasi B35 Siap Dijalankan Awal Februari 2023

Secara historis, sepanjang tahun 2021 implementasi B30 berdampak positif untuk emiten perkebunan yang terlihat dari peningkatan pendapatan secara secara tahunan. Contohnya SSMS yang naik 29,72%, AALI 29,32%, LSIP 28,36% dan TAPG 19,22%.

Nah, di tahun 2023 dengan naik menjadi B35 maka tingkat permintaan atau konsumsi CPO berpotensi meningkat seiring adanya implementasi tersebut. 

"Jika penggunaan minyak nabati berbasis CPO meningkat akan searah dengan pendapatan emiten perkebunan juga," sambungnya.

Oleh sebab itu, Alrich menilai hampir semua emiten perkebunan dapat merasakan dampak positifnya. Terlebih mayoritas pendapatan emiten perkebunan dari hasil penjualan domestik.

Hanya saja jika mencermati data pendapatan 4 tahun terakhir, yang berpotensi merasakan dampak positif terbesar yaitu AALI, TAPG, SSMS, dan BWPT. 

Karena selama 4 tahun terakhir, emiten-emiten tersebut sama sekali tidak melakukan ekspor atau 100% pendapatan berasal dari pasar domestik. Lalu diikuti LSIP dengan pendapatan domestik 96,46% dari total pendapatan.

Adapun rekomendasi untuk saham-saham tersebut, sebagai berikut:

1.AALI - Buy on Support

Cenderung tertahan di resistance Rp 8.225 seiring MFI yang mulai bergerak turun dari overbought area. Waspadai pullback jangka pendek ke kisaran support Rp 8.050, jika pullback yang terjadi mulai terbatas di area tersebut, bisa pertimbangan entry.

Target 2: Rp 8.750-Rp 8.850
Target 1: Rp 8.400
Entry: Rp 8.075
Stoploss: Rp 7.850

Baca Juga: Pemerintah dan Pertamina Siap Implementasi B35 pada Awal Februari 2023

2. SSMS - Buy on Support

Terbentuk death cross pada Stochastic RSI sejalan dengan penyempitan positive slope MACD. Waspadai pullback wajar ke kisaran support Rp 1.520 - Rp 1.545. Entry dapat dipertimbangkan di level tersebut jika pullback tidak diikuti volume yang solid.

Target: Rp 1.690 - Rp 1.745
Entry: Rp 1.520 - Rp 1.545
Stoploss: Rp 1.480

3. TAPG - Buy on Support

Terbentuk positive divergence antara harga dan MACD yang menjadi sinyal rebound hingga minor bullish reversal. Namun, mencermati death cross pada Stochastic RSI, potensi koreksi wajar atau konsolidasi terlebih dulu sebelum rebound. Konfirmasi rebound jika breakout dari strong pivot Rp 635.

Target 2: Rp 685
Target 1: Rp 655
Entry: Rp 610 - Rp 620
Stoploss: Rp 590

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×