kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Imbas defisit neraca dagang


Selasa, 03 September 2013 / 06:22 WIB
ILUSTRASI. 5 Tips untuk Membantu Meningkatkan Kesehatan Mental Anak


Reporter: Kornelis Pandu Wicaksono | Editor: Avanty Nurdiana

JAKARTA. Aksi ambil untung mewarnai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), kemarin. Dus, IHSG pun turun 2,24% ke 4.101,23. Adapun, indeks MSCI Asia Pacific naik 0,5% ke 130,88.

Para analis menilai, faktor domestik menjadi penyebab IHSG melemah. "Salah satunya, laporan defisit neraca perdagangan Indonesia," ujar analis Magnus Capital, Erick Ng. Asal tahu saja, neraca perdagangan Indonesia defisit US$ 2,31 miliar di bulan Juli 2013.

Menurut Erick, hasil tersebut di luar perkiraan sehingga pasar merespon negatif. Padahal, data inflasi di bawah estimasi pasar.

Analis Samuel Sekuritas, Muhammad Isfandi menilai, teknikal rebound IHSG pada akhir pekan lalu tidak didukung fundamental yang cukup. Akibatnya, kemarin, IHSG secara teknikal mulai terkoreksi. Apalagi, ada rilis data defisit neraca perdagangan.

Sentimen dari dalam negeri masih akan mempengaruhi arah IHSG, hari ini. Selain itu, pelaku pasar juga mulai mencermati melihat perkembangan konflik politik di Suriah.

Isfandi menduga, IHSG akan melemah, hari ini, di kisaran 4.062-4.240. Sedangkan, Erick memperkirakan, IHSG akan melemah di 3.950-4.200.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×