kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

IHSG turun 0,40% terseret pelemahan rupiah di akhir sesi I


Selasa, 02 Oktober 2018 / 12:17 WIB
ILUSTRASI. Papan perdagangan saham IHSG


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sempat bertahan di zona hijau, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot pada akhir perdagangan sesi I, Selasa (2/10). Pukul 12.00 WIB, IHSG turun 23,71 atau 0,40% ke level 5.920,89.

Tujuh sektor menyeret indeks hingga siang hari ini. Sektor industri mencetak penurunan paling dalam, yakni 1,24%. Sektor keuangan tergerus 0,54% dan sektor manufaktur turun 0,50%.

Tiga sektor masih bertahan di zona hijau. Ketiga sektor ini adalah sektor aneka industri 0,33%, sektor tambang 0,13%, dan sektor konstruksi yang naik tipis 0,02%.

Total volume transaksi bursa hingga siang ini mencapai 6,99 miliar saham. Sedangkan nilai transaksinya mencapai Rp 4,18 triliun. Sebanyak 201 saham turun harga. Penguatan harga masih terjadi pada 144 saham. Sebanyak 130 saham flat.

Top losers LQ45 hingga siang ini adalah:

  • PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) -3,49%
  • PT Vale Indonesia Tbk (INCO) -2,22%
  • PT XL Axita Tbk (EXCL) -2,14%

Top gainers LQ45 adalah:

  • PT Bukit Asam Tbk (PTBA) 5,23%
  • PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) 5,11%
  • PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) 3,57%

Investor asing mencatat beli bersih Rp 97,22 miliar di seluruh pasar. Saham-saham dengan net buy terbesar adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Rp 73,4 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 71,9 miliar, dan PTBA Rp 69,8 miliar.

Saham-saham dengan penjualan bersih terbesar asing adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 85,1 miliar, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) Rp 24,4 miliar, dan PT Panin Financial Tbk (PNLF) Rp 16,7 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×