kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

IHSG tergerus bersama BMRI, ASII, dan EXCL


Senin, 13 Agustus 2012 / 12:25 WIB
ILUSTRASI. Ciputra Development (CTRA) bukukan marketing sales Rp 3,6 triliun hingga semester I 2021


Reporter: Rika Theo |

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang pagi tadi dibuka positif ternyata mengakhiri sesi pertama perdagangan di zona merah. IHSG melemah 0,15% menjadi 4.135,20.

Hari ini lima sektor bermain menguat dan lima sektor lainnya terpukul. Sektor migas kehilangan 0,88%, terjun paling dalam dibandingkan sektor lainnya. Sedangkan sektor barang konsumsi memimpin penguatan sektoral dengan menguat 0,23%.

Tiga saham berkapitalisasi besar menjadi sasaran profit taking investor. Mereka adalah:

- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)

Harga BMRI melorot 1,2% menjadi Rp 8.250. Sejumlah sekuritas yang paling banyak menjual saham ini adalah Deutsche Securities senilai Rp 6,58 miliar, Merrill Lynch Indonesia senilai Rp 5,44 miliar, dan Macquarie senilai Rp 5,29 miliar.

- PT Astra International Tbk (ASII)

Harga ASII hari ini terpukul 0,69% hingga mencapai Rp 7.150. Sekuritas penjual ASII terbanyak adalah Merrill Lynch Indonesia senilai Rp 19,36 miliar. Setelahnya ada OSK Nusadana Securities senilai Rp 6,39 miliar, dan Kim Eng Securities senilai 5,27 miliar.

- PT XL Axiata Tbk (EXCL)

EXCL anjlok 2,27% menjadi Rp 6.450. Adapun tiga sekuritas yang aktif membuang saham rokok ini adalah Citigroup Securities sebanyak Rp 1,81 miliar, lalu UBS Securities Indonesia senilai Rp 1,77 miliar, dan Macquarie Capital senilai Rp 1 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×