kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.565   12,00   0,07%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

IHSG naik 0,43%, rekor baru intraday


Kamis, 02 November 2017 / 12:27 WIB


Reporter: Dupla Kartini | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memperbaharui rekor di akhir sesi pertama perdagangan Kamis (2/11). IHSG naik 26 poin atau 0,43% ke level 6.064,15. Ini merupakan level tertinggi intraday, setelah kemarin ditutup di level 6.038.

Indeks bertahan di zona hijau, meski pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) cukup besar.

IHSG naik dengan dukungan tujuh sektor. Infrastruktur dan keuangan mencatat performa terbaik dengan kenaikan masing-masing 2,12% dan 0,93%. Namun, tiga sektor masih terkoreksi, yaitu perdagangan, barang konsumsi dan manufaktur.

RTI mencatat, 155 saham berhasil menguat. Berbanding 155 saham yang turun. Sedangkan, 120 saham masih stagnan.

Transaksi terbilang ramai yaitu melibatkan 6,57 miliar lot saham. Nilai transaksi mencapai Rp 8,13 triliun. Asing mencatatkan penjualan bersih senilai Rp 4,61 triliun dari pasar saham domestik.

Adapun, saham dengan performa terbaik (top gainers) pada sesi pagi adalah PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk. Saham berkode RBMS ini melesat 34,29% ke level Rp 141. Sedangkan, top losers diisi PT Rimo International Tbk (RIMO) yang tumbang 25% ke Rp 450.

Di jajaran indeks LQ45, Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) berada di puncak top gainers dengan kenaikan 5,41% ke Rp 390. Di sisi lain, top losers dicatatkan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang melorot 5,63% menjadi Rp 670 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×