kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.003   40,00   0,22%
  • IDX 5.761   65,50   1,15%
  • KOMPAS100 747   12,04   1,64%
  • LQ45 566   8,94   1,61%
  • ISSI 200   1,69   0,85%
  • IDX30 321   4,94   1,56%
  • IDXHIDIV20 394   5,63   1,45%
  • IDX80 85   1,32   1,58%
  • IDXV30 107   1,08   1,02%
  • IDXQ30 103   1,41   1,39%

IHSG menutup perdagangan sesi I di area negatif


Jumat, 24 Agustus 2018 / 11:45 WIB
ILUSTRASI. Pasar Modal


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi I hari ini di zona merah. Jumat (24/8) pukul 11.30 WIB, IHSG ditutup turun 19,78 poin atau 0,33% ke 5.963,21.

IHSG terseret penurunan delapan sektor hingga siang ini. Sektor aneka industri turun 0,89%, disusul sektor barang konsumer yang tergerus 0,87%. Sektor manufaktur pun turun 0,80%. 

Sedangkan dua sektor yang masih naik hingga siang ini adalah sektor perkebunan 0,50% dan sektor keuangan 0,44%.

Total volume transaksi bursa mencapai 3,61 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 2,81 triliun. Sebanyak 181 saham turun. Kenaikan harga terjadi pada 127 saham dan 133 saham flat.

Top gainers LQ45 hingga siang ini adalah:

  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) 2,34%
  • PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) 0,76%
  • PT Elnusa Tbk (ELSA) 0,56%

Top losers LQ45 terdiri dari:

  • PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) -3,33%
  • PT United Tractors Tbk (UNTR) -2,36%
  • PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) -2,35%

Melanjutkan net buy pada perdagangan kemarin, investor asing masih mengakumulasi pembelian Rp 59,09 miliar hingga siang ini. Saham-saham dengan pembelian bersih terbesar asing adalah BBCA Rp 85,8 miliar, PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) Rp 31,3 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 25,5 miliar.

Saham-saham dengan penjualan bersih terbesar asing adalah PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Rp 48 miliar, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Rp 31,9 iliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 20,8 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×