kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

IHSG menguji level support sebelum naik lagi


Selasa, 13 Maret 2018 / 21:06 WIB
ILUSTRASI. Pasar modal


Reporter: Dede Suprayitno | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (13/3) ditutup melemah 1,35% pada level 6.412,85 setelah dibuka di level 6.497,46. Sejak awal tahun, setidaknya indeks masih mencatatkan pertumbuhan tipis 0,90%. Pada perdagangan Selasa ini, tercatat asing melakukan aksi jual sebanyak Rp 702,07 miliar.

William Surya Wijaya, Vice President Research Department Indosurya Bersinar Sekuritas menyatakan, IHSG saat ini terlihat masih dalam progres menguji level support. Hal itu terlihat kuat untuk bertahan, sebelum dapat kembali melanjutkan kenaikan dan meraih rekor baru kembali.

Peluang koreksi wajar masih dapat terus dimanfaatkan untuk melakukan akumulasi pembelian mengingat dalam jangka menengah-panjang IHSG masih berada dalam jalur uptrend. “Hari ini IHSG berpotensi menguat dengan range 6.389-6.578,” kata William dalam riset, Selasa (13/3).

Dia merekomendasikan saham-saham seperti ASII, AKRA, ASRI, SRIL, ICBP, HMSP, TLKM, BBNI, dan BJTM.

Hendri Widiantoro, analis Erdikha Elit Sekuritas menyatakan, indeks pada akhir perdagangan ditutup melemah menembus level support 6.458, disertai dengan volum distribusi yang signifikan.

Terdapat sinyal beli pada stochastic dengan ruang penguatan yang nampaknya mulai menyempit. Bill William sudah memasuki pada fase akselerasi di hari pertama, namun belum ada penguatan momentum. Fractal sell pun sudah mengalami retracement.

“Indeks pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak melemah pada range 6.380-6.400,” kata Hendri dalam riset, Selasa (13/3).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×