CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.962   17,00   0,09%
  • IDX 6.232   56,24   0,91%
  • KOMPAS100 823   8,72   1,07%
  • LQ45 628   5,84   0,94%
  • ISSI 214   2,70   1,27%
  • IDX30 354   2,95   0,84%
  • IDXHIDIV20 440   1,97   0,45%
  • IDX80 94   1,10   1,18%
  • IDXV30 118   0,63   0,54%
  • IDXQ30 114   0,48   0,43%

IHSG Menguat di Tengah Tekanan Global, Sentimen Reformasi Pasar Jadi Penopang


Senin, 20 Juli 2026 / 06:00 WIB
IHSG Menguat di Tengah Tekanan Global, Sentimen Reformasi Pasar Jadi Penopang
ILUSTRASI. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan signifikan di tengah tekanan global, didukung oleh aksi beli bersih investor asing. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar saham global tengah diliputi tekanan akibat kombinasi sentimen negatif dari sektor teknologi dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Di tengah tekanan global tersebut, nilai tukar rupiah justru mampu menguat pada akhir pekan lalu. Penguatan ini terjadi di tengah penguatan indeks dolar Amerika Serikat yang dipicu meningkatnya tensi geopolitik.

Praktisi Pasar Modal sekaligus Co-Founder PasarDana Hans Kwee mengatakan, ketahanan rupiah ditopang oleh faktor domestik yang solid.

“Penguatan rupiah didukung oleh sentimen domestik yang positif, terutama setelah Bank Indonesia merilis hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang menunjukkan aktivitas usaha meningkat pada kuartal II-2026,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (19/7/2026).

Baca Juga: Diversifikasi Bisnis, Darma Henwa (DEWA) Dirikan Tiga Anak Usaha Baru

Selain itu, keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB dengan outlook stabil juga turut meningkatkan kepercayaan investor.

Di sisi lain, pasar saham domestik menunjukkan kinerja yang relatif lebih kuat dibandingkan bursa global.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru mencatatkan penguatan signifikan di tengah tekanan global, didukung oleh aksi beli bersih (net buy) investor asing.

“Hari sebelumnya, IHSG ditopang oleh net buy asing sekitar Rp1,2 triliun dengan nilai transaksi mencapai Rp13,2 triliun,” jelas Hans.

Menurutnya, penguatan ini menjadi sinyal awal pembalikan arah setelah pasar sempat mengalami tekanan akibat arus keluar dana asing dalam beberapa waktu terakhir.

Sentimen positif di pasar saham domestik juga didorong oleh reformasi yang dilakukan otoritas pasar modal.

Baca Juga: Saham Disuspensi Sejak 2019, Trikomsel (TRIO) Siapkan Strategi Pulihkan Kinerja

Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penyempurnaan metodologi Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi (HSC) dengan menambahkan indikator dampak harga (price impact).

“Langkah ini meningkatkan jumlah saham kategori HSC menjadi 51 emiten dan menjawab kekhawatiran transparansi yang sebelumnya disoroti MSCI,” ungkapnya.

Hans menilai, reformasi tersebut dapat menjadi katalis positif bagi pasar modal Indonesia, terutama menjelang review indeks MSCI pada November mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×